LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria asal Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, diduga menjadi korban penyekapan di Kamboja viral di media sosial dan mengundang perhatian publik.
Pria tersebut diketahui bernama Reza Pratama, warga Desa Asinua Jaya, Kecamatan Asinua, Kabupaten Konawe. Video yang diunggah melalui akun media sosial Anggi Jodha Lasiawa memperlihatkan Reza berada di dalam sebuah ruangan dengan kondisi fisik yang tampak kurus dan lemah.
Dalam unggahan tersebut juga dicantumkan identitas kedua orang tuanya, yakni ayah bernama Sudin R dan ibu Hasnati.
Melalui rekaman video, Reza mengaku saat ini berada di wilayah perbatasan Kamboja–Thailand. Ia memohon bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Konawe agar dapat dipulangkan ke Indonesia.
“Saya berada di perbatasan Kamboja-Thailand. Saya memohon kepada Pemkab Unaaha untuk memulangkan saya,” ujar Reza dalam video yang beredar.
Reza juga mengaku sudah beberapa hari tidak mendapatkan makanan setelah diduga berhasil melarikan diri dari lokasi tempat dirinya disekap.
“Saya sudah beberapa hari tidak mendapatkan makanan,” ungkapnya.
Dalam video tersebut, Reza berharap rekaman yang viral dapat menjadi jalan agar dirinya segera memperoleh pertolongan dan bisa kembali ke tanah air untuk bertemu dengan kedua orang tua serta keluarganya.
Sementara itu, keluarga korban yang juga Lurah Asinua, Sajirun, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Selasa (14/7/2026), membenarkan bahwa Reza merupakan anggota keluarganya.
“Iya, keluarga saya. Setelah saya melihat wajahnya dan menelusuri informasi yang beredar, memang benar itu keluarga saya. Domisilinya di Desa Asinua Jaya, Kecamatan Asinua,” ujarnya.
Sajirun menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari keluarga, Reza lahir pada tahun 2000. Sekitar satu tahun lalu, ia diketahui berangkat ke Batam. Sejak saat itu, keluarga kehilangan komunikasi dan tidak lagi mengetahui keberadaannya.
“Kurang lebih sudah satu tahun keluarga tidak mendapatkan informasi. Baru setelah video itu viral tadi malam, keluarga mengetahui keberadaannya,” katanya.
Menurut Sajirun, informasi awal yang diterima keluarga menyebutkan Reza sempat berencana berangkat ke Malaysia. Namun rencana tersebut batal karena diduga melalui jalur ilegal, sehingga akhirnya ia memilih berangkat ke Batam.
“Dari Batam kemungkinan korban mendapatkan jaringan sehingga bisa sampai ke Kamboja. Informasi yang kami peroleh, keberangkatannya diduga melalui jalur ilegal,” ungkapnya.
Hingga saat ini, keluarga belum dapat berkomunikasi langsung dengan Reza. Mereka masih berupaya menghimpun informasi sekaligus membahas langkah-langkah yang akan ditempuh setelah mengetahui keberadaan korban melalui video yang beredar luas di media sosial.
Pihak keluarga berharap pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Konawe maupun pemerintah pusat melalui instansi terkait, dapat memberikan pendampingan dan bantuan kemanusiaan agar Reza segera dipulangkan ke Indonesia.
“Kami berharap ada upaya dari pemerintah untuk membantu dan mengadvokasi sehingga keluarga kami bisa kembali ke tanah air. Kami meyakini jika memang keberangkatannya melalui jalur ilegal tentu ada pelanggaran, tetapi kami tetap berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kemanusiaan,” tutup Sajirun.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai kondisi maupun proses penanganan terhadap Reza Pratama di Kamboja.(Red/Admin).
