HUT Konawe ke-66 Dinilai Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat

  • Share

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang masyarakat Konawe, Jaiman, SH, pada Minggu (19/4/2026).

Menurut Jaiman, pembangunan tidak semata-mata diukur dari berdirinya gedung, jalan, jembatan, atau infrastruktur fisik lainnya. Ia menekankan bahwa pengembangan sumber daya manusia (SDM), melalui peningkatan keterampilan dan bakat masyarakat, juga merupakan bagian penting dari pembangunan yang berkelanjutan.

“Kita ini bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Konawe, karena telah mampu memfasilitasi generasi muda maupun masyarakat secara umum dalam mengembangkan bakat dan berkreasi sesuai keterampilan yang dimiliki,” ujarnya.

Ia juga menilai, rangkaian kegiatan yang digelar selama beberapa hari dalam perayaan HUT Konawe memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha, khususnya UMKM.

“Para pelaku UMKM sudah pasti merasakan dampaknya. Kegiatan dari pagi hingga malam hari mampu menarik banyak pengunjung di sekitar lokasi acara,” tambahnya.

Jaiman yang merupakan mantan aktivis HMI dan kini berprofesi sebagai pengacara, turut mengapresiasi keberanian Pemerintah Kabupaten Konawe dalam menjalankan program pembangunan, termasuk tetap mendukung program pemerintah pusat tanpa mengabaikan kebutuhan daerah.

“Saya sangat mengapresiasi langkah-langkah Pemda Konawe di bawah kepemimpinan Yusran Akbar. Di tengah tuntutan efisiensi, pemerintah masih mampu berpikir dan bertindak untuk pengembangan bakat masyarakat serta membuka ruang bagi UMKM,” ucapnya.

Ia juga menyoroti aspek keagamaan dalam perayaan HUT kali ini, di mana Pemkab Konawe menghadirkan ustaz ternama, Abdul Somad Batubara. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun semua sektor secara seimbang.

Tak hanya itu, Jaiman mengapresiasi pencapaian tarian Lulo yang berhasil meraih rekor MURI. Ia menilai, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena mampu mengangkat nama Kabupaten Konawe di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pelaksanaan Tarian Lulo yang mendapatkan rekor MURI adalah prestasi yang tidak bisa dibantahkan. Ini membuktikan bahwa daerah kita mampu bersaing dan dikenal luas,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai keterlibatan berbagai etnis dalam penampilan tarian saat pembukaan menjadi simbol keberagaman dan kebersamaan masyarakat Konawe.

Jaiman berharap, kegiatan HUT Konawe yang diisi dengan berbagai perlombaan dari tingkat PAUD hingga dewasa dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Selain sebagai wadah pengembangan bakat, kegiatan tersebut juga mempererat silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah.

“Istri Bupati Konawe bahkan ikut serta dalam tarian. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami, karena menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya memfasilitasi, tetapi juga ikut berpartisipasi langsung bersama masyarakat,” ungkapnya.

Ia pun menilai, partisipasi tersebut sebagai bentuk kedekatan pemimpin dengan rakyatnya yang jarang ditemui dalam kegiatan berskala besar.

“Jarang terjadi seorang istri Bupati mau melebur bersama masyarakat sebagai peserta dalam kegiatan besar seperti ini,” tutupnya. (Red/Admin).

  • Share
Exit mobile version