Warga Keluhkan Bau Sampah di TPA, Kadis DLH Ungkap Penyebabnya

  • Share

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Bau menyengat yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, kembali dikeluhkan warga.

Aroma tak sedap tersebut disebut telah mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari.

Salah seorang warga Kelurahan Mataiwoi yang enggan disebutkan namanya mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, bau sampah semakin menyengat ketika sore hari dan semakin parah setelah turun hujan.

“Kami sudah beberapa kali mengeluh terkait hal ini, namun belum ada respons dari Pemda, khususnya Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Warga yang berprofesi sebagai ASN itu juga mengungkapkan bahwa persoalan tersebut pernah disampaikan kepada DPRD Konawe. Bahkan, saat pelaksanaan reses tahun lalu, anggota DPRD sempat meninjau langsung kawasan permukiman warga dan lokasi TPA.

“Iya, tahun lalu ada yang datang reses, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Konawe segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi bau menyengat dari TPA yang dinilai telah mengganggu kenyamanan masyarakat.

Keluhan serupa juga disampaikan warga Desa Ambepulu. Meski jarak desanya sekitar dua kilometer dari lokasi TPA, bau sampah masih tercium hingga ke permukiman.

“Saat kami nongkrong di malam hari, baunya sangat menyengat. Apalagi kalau hujan, baunya minta ampun busuknya, bahkan sampai bikin sakit kepala,” ungkap salah seorang warga.

Berdasarkan keterangan warga, sedikitnya tiga wilayah terdampak oleh aroma menyengat dari TPA tersebut, yakni Kelurahan Mataiwoi, Desa Puosu, dan Desa Ambepulu.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Lingkungan Hidup segera melakukan penanganan agar persoalan bau sampah yang telah lama dikeluhkan masyarakat dapat segera teratasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe, Syahrul, menjelaskan bahwa bau menyengat yang muncul dari TPA di Kelurahan Mataiwoi, disebabkan oleh penumpukan sampah yang tidak dapat dikelola secara maksimal dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Syahrul, kondisi tersebut terjadi karena alat berat berupa ekskavator yang digunakan untuk mengelola sampah sedang mengalami perbaikan.

“Beberapa hari ini sampah di TPA berbau karena terjadi penumpukan sampah. Kami belum bisa mengelola secara maksimal karena ekskavator yang kami gunakan sedang dalam perbaikan. Namun saat ini alat tersebut sudah kembali beroperasi,” jelasnya.

Ia mengatakan, DLH Konawe kini tengah membenahi sistem pengelolaan sampah dengan menyiapkan operasional Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Fasilitas tersebut nantinya akan memilah sampah berdasarkan jenisnya, seperti sampah plastik dan sampah organik yang dapat diolah menjadi pupuk.

Sementara itu, limbah plastik yang tidak dapat dimanfaatkan akan dimusnahkan sesuai prosedur pengelolaan yang berlaku.

Menurutnya, apabila TPS3R sudah beroperasi secara optimal, persoalan bau sampah yang selama ini dikeluhkan warga di sekitar TPA dapat diminimalisir karena sampah akan langsung dipilah dan dikelola.

“Kami akan membenahi tempat pengolahan sampah. Nantinya sampah dipilah, sampah organik bisa dijadikan pupuk, sedangkan plastik yang tidak dapat dikelola akan dibakar. Harapan kami, pengelolaan sampah menjadi lebih baik sehingga tidak lagi menimbulkan bau yang mengganggu masyarakat,” jelasnya.

Syahrul mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah belum tersedianya pasokan listrik untuk mengoperasikan mesin TPS3R yang membutuhkan daya sekitar 5.300 watt.

Ia menargetkan jaringan listrik dapat masuk ke kawasan TPA paling lambat dalam tiga bulan ke depan, sehingga TPS3R direncanakan mulai beroperasi pada Januari 2027.

“Kami hanya terkendala pada kelistrikan karena kebutuhan dayanya cukup besar, sekitar 5.300 watt. Insya Allah listrik masuk paling lambat tiga bulan lagi, sehingga TPS3R bisa mulai beroperasi pada Januari 2027,” katanya.

Di akhir keterangannya, Syahrul meminta masyarakat bersabar karena DLH terus berupaya meminimalisir bau sampah selama proses pembenahan berlangsung. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas pengelolaan sampah yang nantinya tersedia di TPA agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.(Red/Fahmi).

  • Share
Exit mobile version