Tertinggi di Sultra dan Masuk Empat Besar Nasional, Ekonomi Konawe Melonjak 14,94 Persen

  • Share

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Perekonomian Kabupaten Konawe menunjukkan performa positif sepanjang triwulan II 2026. Pertumbuhan ekonomi daerah itu tercatat mencapai 14,94 persen secara tahunan (y-on-y).

Angka tersebut menempatkan Konawe di urutan keempat nasional sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, Konawe menjadi daerah dengan capaian pertumbuhan ekonomi paling tinggi.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat.

Hal itu disampaikan Yusran saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Senin (7/9/2026).

“Capaian ini tentu patut kita syukuri. Ini merupakan hasil kerja bersama dan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha serta seluruh masyarakat Konawe,” ujar Yusran.

Berdasarkan data Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Konawe sebesar 14,94 persen hanya berada di bawah Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 28,34 persen, Kabupaten Halmahera Tengah 23,53 persen, dan Kabupaten Halmahera Selatan 16,36 persen.

Dengan capaian tersebut, Konawe menjadi satu-satunya kabupaten di Sultra yang masuk dalam jajaran daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional.

Menurut Yusran, peningkatan ekonomi daerah tidak hanya diukur melalui angka pertumbuhan, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Konawe terus mendorong pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai bagian dari fondasi pembangunan daerah.

“Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan peningkatan pelayanan dasar. Karena itu, enam SPM terus kami dorong agar pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat,” katanya.

Di tengah tingginya pertumbuhan ekonomi, kondisi inflasi di Konawe juga relatif terkendali.

Pada Juli 2026, inflasi tahunan Kabupaten Konawe tercatat sebesar 1,49 persen. Angka tersebut menjadi yang terendah di Sulawesi Tenggara dan berada jauh di bawah rata-rata inflasi provinsi sebesar 3,43 persen.

Yusran menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.

“Pertumbuhan harus diikuti dengan kemampuan menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, pengendalian inflasi menjadi bagian penting dari kebijakan pembangunan ekonomi Konawe,” jelasnya.

Kinerja ekonomi tersebut juga disebut memberikan dampak terhadap penerimaan daerah. Hingga semester pertama 2026, realisasi penerimaan pajak restoran telah mencapai 88,2 persen dari target.

Capaian itu dinilai mencerminkan aktivitas ekonomi, perdagangan, kuliner dan UMKM di Konawe yang terus bergerak.

Secara nasional, perekonomian Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan.

Dari 546 kabupaten/kota yang tercatat dalam data tersebut, sebanyak 201 daerah mampu mencatat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

Sementara itu, daftar 10 daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan II 2026 ditempati:

  1. Kabupaten Sumbawa Barat: 28,34 persen.
  2. Kabupaten Halmahera Tengah: 23,53 persen.
  3. Kabupaten Halmahera Selatan: 16,36 persen.
  4. Kabupaten Konawe: 14,94 persen.
  5. Kabupaten Halmahera Barat: 12,73 persen.
  6. Kabupaten Pohuwato: 12,61 persen.
  7. Kabupaten Maluku Barat Daya: 11,91 persen.
  8. Kabupaten Halmahera Utara: 11,05 persen.
  9. Kabupaten Bulungan: 10,62 persen.
    Kabupaten Paser: 10,28 persen.

Di sisi lain, sejumlah daerah justru mengalami kontraksi ekonomi. Kabupaten Mimika tercatat mengalami pertumbuhan negatif paling dalam dengan -19,39 persen, disusul Bojonegoro -3,66 persen, Murung Raya -2,80 persen, Morowali Utara -1,52 persen, dan Barito Timur -1,04 persen.

Bupati Yusran menegaskan capaian pertumbuhan ekonomi tersebut akan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja pembangunan ke depan.

Pemkab Konawe juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri, dalam mengawal berbagai program strategis yang berkaitan dengan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Yusran, pengawalan terhadap pertumbuhan ekonomi harus dilakukan secara konkret dan tidak sebatas memenuhi aspek administrasi.

“Setiap persoalan yang bisa diselesaikan oleh pemerintah harus segera ditindaklanjuti. Tim pemantauan dan pengawalan pertumbuhan ekonomi harus bekerja nyata. Kami di Konawe akan terus berupaya, berinovasi dan memperkuat sinergi agar pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan,” pungkasnya. (*)

  • Share
Exit mobile version