LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe terus mematangkan persiapan pengoperasian fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang berada di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mataiwoi, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Tongauna.
Kepala DLH Konawe, Syahrul, mengatakan sejumlah kebutuhan utama untuk menunjang pengoperasian mesin pengolah sampah telah dipersiapkan. Instalasi listrik dan kWh meter juga telah terpasang sehingga aliran listrik sudah masuk ke fasilitas TPS3R.
Menurutnya, DLH Konawe juga telah berkoordinasi dengan pihak penyedia mesin pengolah sampah untuk memastikan peralatan tersebut dapat segera dioperasikan.
“Instalasi dan kWh sudah terpasang, aliran listrik juga sudah masuk. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak penyedia alat untuk mengoperasikan mesin tersebut. Insyaallah kalau tidak ada halangan, bulan September ini mesin pengolah sampah sudah dapat dioperasikan,” kata Syahrul saat ditemui, Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan TPS3R diharapkan dapat memperbaiki sistem pengelolaan sampah di kawasan TPA Asao. Fasilitas tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan, tetapi juga menjadi lokasi pemilahan dan pengolahan sampah berdasarkan jenisnya.
Sampah organik akan dipisahkan untuk kemudian diolah menjadi pupuk. Sementara material plastik yang masih memiliki nilai guna akan dipilah dan dimanfaatkan kembali. Adapun sampah plastik yang sudah tidak dapat diolah akan ditangani melalui mekanisme pemusnahan sesuai ketentuan pengelolaan sampah.
“Tempat pengolahan sampah akan kami benahi. Sampah nantinya dipisahkan, yang organik dapat dijadikan pupuk. Untuk plastik yang tidak bisa dikelola, akan dilakukan pemusnahan,” jelasnya.
Syahrul berharap penerapan sistem pengolahan tersebut dapat mengurangi volume sampah yang masuk dan menumpuk di TPA. Selain itu, pengelolaan yang lebih teratur diharapkan mampu meminimalisir munculnya aroma tidak sedap yang selama ini dikeluhkan masyarakat di sekitar kawasan TPA.
“Kami berharap pengelolaannya lebih baik sehingga tidak menimbulkan bau yang mengganggu warga,” tuturnya.
Meski persiapan mesin pengolah sampah mulai dimatangkan, DLH Konawe masih terus membenahi dukungan infrastruktur di kawasan TPA. Salah satunya adalah ketersediaan jaringan listrik yang dibutuhkan untuk menunjang operasional mesin secara maksimal.
Syahrul menyebut mesin pengolahan sampah membutuhkan daya sekitar 5.300 watt. Karena itu, penguatan jaringan listrik menuju kawasan TPA Asao menjadi salah satu kebutuhan yang harus segera diselesaikan.
DLH Konawe menargetkan jaringan listrik tersebut dapat terpasang dalam waktu maksimal tiga bulan. Apabila target tersebut terealisasi, pengoperasian TPS3R secara penuh ditargetkan dapat berjalan pada Januari 2027.
Di tengah proses pembenahan, DLH Konawe juga terus berupaya meminimalisir dampak lingkungan yang muncul di sekitar kawasan TPA.
Syahrul mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Asao untuk bersabar sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam membenahi sistem pengelolaan sampah.
“Kami terus melakukan upaya agar persoalan bau bisa diminimalisir. Kami juga berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas yang ada sehingga nantinya bisa digunakan dan dirawat secara berkelanjutan,” pungkasnya.(Red/Inal)
