LINTASSULTRA.COM | KONUT — PT Bumi Sentosa Jaya (BSJ) menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian ekosistem laut melalui kegiatan transplantasi terumbu karang di kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Lasolo, Labengki, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Kegiatan konservasi tersebut dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026, melalui kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 450 unit transplantasi terumbu karang ditanam pada lokasi yang telah ditentukan. Jenis karang yang digunakan dalam kegiatan konservasi ini adalah Acropora sp, salah satu jenis karang yang menjadi bagian penting dalam ekosistem terumbu karang.
Lokasi kegiatan berada di kawasan TWAL Teluk Lasolo, Labengki, dengan titik koordinat X 442570 dan Y 9615552.
Pelaksanaan transplantasi terumbu karang ini turut dihadiri Kepala Seksi KSDA Prihanto, yang mewakili pihak BKSDA Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dari pihak PT Bumi Sentosa Jaya, kegiatan tersebut dihadiri Rahmad Darmadi selaku Mining Manager serta Joko Sulistyo selaku Humas.
Transplantasi terumbu karang merupakan salah satu upaya untuk mendukung pemulihan dan keberlanjutan ekosistem laut, khususnya di kawasan yang memiliki nilai konservasi dan keanekaragaman hayati tinggi.
Melalui kegiatan tersebut, PT BSJ bersama BKSDA Sulawesi Tenggara berupaya mendorong keterlibatan dunia usaha dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir dan laut.
Kawasan Labengki dan TWAL Teluk Lasolo sendiri dikenal memiliki kekayaan ekosistem laut yang menjadi habitat berbagai biota. Karena itu, upaya konservasi terumbu karang dinilai penting untuk menjaga fungsi ekologis kawasan sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya kelautan.
PT BSJ menegaskan bahwa kegiatan transplantasi tersebut menjadi bagian dari kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan upaya menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar wilayah operasional maupun kawasan konservasi.
Dengan penanaman sebanyak 450 unit karang jenis Acropora sp., kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap proses rehabilitasi terumbu karang serta meningkatkan kesadaran berbagai pihak mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut.
Kerja sama antara perusahaan dan BKSDA Sulawesi Tenggara juga diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program konservasi lainnya, sehingga keberadaan ekosistem pesisir dan laut di kawasan Teluk Lasolo tetap terjaga untuk generasi mendatang.(Red/Inal).
