Wamendagri Puji Keberhasilan Konawe Dukung Ketahanan Pangan Nasional

  • Share

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Komjen Pol (Purn) Drs. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., menghadiri kegiatan Panen Raya Padi yang digelar di Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, unsur Forkopimda Konawe, Ketua DPRD Konawe, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelompok tani, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand Sapan, mengungkapkan bahwa Konawe saat ini menjadi salah satu daerah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, berdasarkan data yang dirilis Kementerian Dalam Negeri pada Desember 2025, Kabupaten Konawe masuk dalam 80 besar dari 100 daerah penyumbang beras nasional dan menjadi satu-satunya kabupaten di Sulawesi Tenggara yang berhasil masuk dalam daftar tersebut.

“Capaian ini membuktikan bahwa Konawe tidak hanya menjadi lumbung pangan Sulawesi Tenggara, tetapi juga telah berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ferdinand menjelaskan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Konawe telah mencapai swasembada pangan. Produksi beras yang surplus memungkinkan daerah ini memasok kebutuhan pangan ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Jika produksi kita tidak surplus, tentu tidak mungkin kita mengirim beras ke daerah lain. Saat ini beras Konawe telah dipasarkan ke Ambon, Manado hingga Sumatera Utara,” jelasnya.

Sementara itu, Wamendagri Akhmad Wiyagus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Konawe di bawah kepemimpinan Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, atas keberhasilannya mengembangkan sektor pertanian dan mendukung program ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, Konawe memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan nasional dengan luas lahan persawahan yang mencapai sekitar 40 ribu hektare.

“Dengan luas sawah yang dimiliki, Konawe memberikan kontribusi besar terhadap penyediaan stok pangan nasional. Saya juga berdialog langsung dengan para petani dan mereka merasakan manfaat berbagai program pemerintah, mulai dari ketersediaan pupuk hingga dukungan peningkatan produksi pertanian,” kata Akhmad Wiyagus.

Ia menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, serta dukungan masyarakat, khususnya para petani.

“Ini adalah keberhasilan Bupati bersama seluruh perangkat daerah, didukung Forkopimda dan masyarakat. Hasilnya dirasakan langsung oleh petani. Saat ini stok beras nasional mencapai sekitar lima juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, dan Konawe menjadi salah satu daerah penyumbangnya,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wamendagri beserta Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri yang hadir di Kabupaten Konawe.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri dan Bapak Dirjen Bina Pemerintahan Desa. Selain menghadiri panen raya, Konawe juga dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Temu Karya Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2026,” ujar Yusran.

Dalam kesempatan tersebut, Yusran juga menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis di sektor pertanian, salah satunya pembangunan gudang penyimpanan hasil panen.

Menurutnya, keberadaan gudang sangat penting mengingat luas areal persawahan Konawe yang mencapai sekitar 40 ribu hektare sehingga produksi hasil panen terus meningkat setiap tahunnya.

“Ketika panen raya dilakukan secara bersamaan, kebutuhan gudang penyimpanan menjadi sangat penting. Jika hasil panen melimpah namun tidak didukung fasilitas penyimpanan yang memadai, tentu akan menjadi persoalan. Dengan adanya gudang, hasil panen dapat ditampung sebagai cadangan hingga musim panen berikutnya,” jelasnya.

Yusran menambahkan, beras produksi Konawe saat ini tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga telah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga Merauke.

Senada dengan itu, Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk terus mendukung program pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Konawe, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan petani.

“Kami di DPRD akan terus mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya para petani. Salah satu yang menjadi perhatian adalah menjaga stabilitas harga gabah saat musim panen raya,” katanya.

Menurutnya, pembangunan gudang penyimpanan hasil panen merupakan salah satu solusi penting untuk menjaga nilai jual gabah petani agar tetap stabil.

“Dengan adanya gudang penampungan, hasil panen petani dapat terserap dengan baik sehingga harga gabah tidak jatuh. Harapannya harga gabah tidak hanya bertahan pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP), tetapi bisa meningkat sehingga memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani,” pungkasnya.(Red/Admin).

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *