KPK Sambangi Konawe, Bupati Yusran Akbar Paparkan Kondisi Daerah

  • Share

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (4/11/2026), dalam rangka monitoring dan evaluasi implementasi indikator antikorupsi di Desa Ahuawatu, Kecamatan Pondidaha.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., turut memaparkan sejumlah kondisi dan program pembangunan daerah, khususnya sektor pertanian dan peternakan.

Yusran menjelaskan, sektor pertanian di Kabupaten Konawe hingga saat ini masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya memberikan perhatian terhadap berbagai infrastruktur pendukung, termasuk kondisi jalan yang digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian.

Kata dia, sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan, nasih dalam proses perbaikannya yang saat ini sementara berjalan.

Yusran Akbar juga menjelaskan bahwa keberadaan bendungan menjadi salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian serius pemerintah daerah karena memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan pertanian, khususnya persawahan.

Menurutnya, kondisi ketersediaan air di Kabupaten Konawe relatif stabil, bahkan saat memasuki musim kemarau. Hal tersebut turut mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

“Pada saat musim kemarau, kondisi air di Konawe masih stabil. Bahkan ketika Menteri datang berkunjung, kondisi persawahan kita tetap terjaga,” jelasnya.

Selain sektor pertanian, Yusran juga memaparkan program pemerintah daerah dalam pengembangan peternakan, khususnya sapi dan ayam.

Bupati Konawe mengatakan, sebagian besar masyarakat di pedesaan telah memiliki ternak sapi. Oleh karena itu, pemerintah daerah memprioritaskan bantuan pembangunan kandang agar ke depan pengelolaan ternak dapat dilakukan secara lebih baik melalui sistem penggemukan di dalam kandang.

“Kalau masyarakat di Konawe ini kebanyakan sudah memiliki sapi. Karena itu, program yang kami alokasikan salah satunya pembangunan kandang, sehingga ke depan sapi bisa digemukkan di dalam kandang,” ungkapnya.

Menurut Yusran, pemerintah daerah juga tengah menggodok pengembangan kawasan peternakan yang lokasinya diupayakan jauh dari permukiman warga, sehingga aktivitas peternakan tidak mengganggu lingkungan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah memilih pembangunan kandang dengan ukuran lebih kecil agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak kelompok tani.

“Kami kecilkan ukuran kandangnya supaya seluruh kelompok tani bisa mendapatkan bantuan. Kalau kandangnya dibuat besar, tentu tidak semua kelompok bisa terakomodasi, apalagi anggarannya juga cukup besar,” jelasnya.

Sementara untuk pengembangan peternakan ayam, Yusran mengatakan pemerintah daerah telah memberikan imbauan dan membuka peluang bantuan bagi masyarakat maupun kelompok yang memiliki lokasi sesuai untuk pengembangan usaha tersebut.

Pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap pengembangan ayam kampung dan ayam petelur sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas peternakan masyarakat.

Melalui program tersebut, Pemkab Konawe berharap sektor pertanian dan peternakan dapat terus berkembang serta memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(Red/Inal).

  • Share
Exit mobile version