LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe menggelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dalam rangka evaluasi pendapatan daerah pada 4 Februari 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si, serta dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, dan stakeholder terkait.
FGD tersebut dilaksanakan sebagai respon terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan, sehingga pemerintah daerah dituntut untuk lebih optimal dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa kondisi efisiensi anggaran tidak boleh menjadi penghambat, melainkan harus menjadi momentum untuk berinovasi dalam menggali potensi pendapatan daerah. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor serta peningkatan kinerja OPD dalam mengelola sumber-sumber PAD secara maksimal.
“Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, kita harus mampu meningkatkan PAD dengan cara-cara yang lebih kreatif, efektif, dan terukur. Setiap potensi yang ada harus dioptimalkan,” ujar H. Syamsul Ibrahim.
Selain itu, dalam forum diskusi tersebut juga dibahas berbagai strategi peningkatan pendapatan, termasuk penguatan sistem digitalisasi dalam transaksi pembayaran pajak dan retribusi daerah. Pemerintah Kabupaten Konawe telah menyediakan berbagai kanal pembayaran digital seperti Tokopedia, Isaku, Saldomu, ATM Bank Sultra, serta QRIS melalui aplikasi Si Kepo.
Digitalisasi ini dinilai menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kemudahan layanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Dengan sistem digital, proses pembayaran menjadi lebih cepat, praktis, dan dapat dilakukan kapan saja tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
Wakil Bupati juga menginstruksikan seluruh OPD untuk aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar penggunaan kanal digital semakin meningkat. Menurutnya, keberhasilan peningkatan PAD sangat bergantung pada kesadaran masyarakat serta kemudahan sistem yang disediakan oleh pemerintah.
Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan tercipta rumusan strategi yang konkret dan implementatif dalam meningkatkan pendapatan daerah, sehingga Kabupaten Konawe mampu menghadapi tantangan efisiensi anggaran dengan tetap menjaga stabilitas pembangunan dan pelayanan publik.(Red/Inal).
