LINTASSULTRA.COM | KONAWE — Sebanyak 31 siswa SMA Negeri 1 Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menu MBG yang disajikan kepada siswa pada kejadian tersebut terdiri dari tahu, bakso, wortel dan kol.
Selain siswa, sejumlah guru juga dilaporkan mengalami keluhan setelah mencicipi makanan yang sama. Keluhan yang muncul di antaranya berupa rasa gatal pada tubuh.
Salah seorang guru, Lestari Ninsih, mengungkapkan bahwa keluhan awal justru dirasakan oleh pihak guru sebelum sejumlah siswa mengalami gejala serupa.
Menurut Lestari, saat itu para guru sedang beristirahat dan menyantap makanan yang disediakan. Ia sendiri belum langsung makan dan masih menunggu.
“Karena makanan yang disediakan adalah bakso, ada rekan guru yang mengatakan, ‘Coba kita rasa baksonya.’ Setelah saya mencicipinya, saya kemudian merasa gatal,” ujar Lestar, Kamis (24/9/2026).
Ia mengatakan, salah seorang guru lainnya, Lamlin, bersama rekannya, Lela, juga mengalami keluhan. Lela bahkan mengaku bagian lehernya langsung terasa gatal setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Lanjutnya, setelah merasakan keluhan, Lela kemudian pulang dan mengambil air kelapa untuk diminum. Air kelapa itu dibawa menggunakan kantong dan diminum sekitar setengahnya.
Tak lama berselang, sejumlah siswa mulai menunjukkan keluhan serupa. Awalnya kondisi tersebut belum dianggap serius karena hanya satu atau dua siswa yang terlihat mengalami gejala.
Namun, jumlah siswa yang mengalami keluhan kemudian disebut semakin bertambah.
“Tidak lama lagi anak-anak, ada beberapa orang, tidak tahu berapa. Setelah menggaruk, saya kira tidak terlalu bagaimana. Belakangan hanya satu dua orang saja,” tuturnya.
Lestari kemudian pulang setelah tidak lagi memiliki jam pelajaran. Namun, setelah berada di rumah, ia kembali mendapat informasi bahwa semakin banyak siswa yang mengalami keluhan.
“Saya pulang karena sudah tidak ada jam. Saat di rumah, saya kemudian mendapat informasi bahwa sudah banyak yang mengalami,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya keluhan tersebut belum diketahui. Perlu pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan yang dikonsumsi maupun kondisi para siswa untuk memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan makanan MBG yang disajikan.
Kasus ini juga perlu mendapat penanganan dan pemeriksaan dari pihak terkait guna memastikan kondisi kesehatan para siswa serta mengetahui penyebab munculnya keluhan setelah mengonsumsi menu MBG tersebut.(Red/Inal).













