PBVSI Konawe Bantah Isu Tiga Atlet Lolos Tanpa Seleksi

  • Share

LINTASSULTRA.COM | KONAWE — Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Konawe, Mashuri, angkat bicara terkait isu yang menyebut adanya tiga nama atlet yang dinyatakan lolos seleksi tanpa mengikuti proses penjaringan.

Mashuri menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Ia memastikan seluruh atlet yang dinyatakan lolos telah melalui tahapan seleksi yang dilaksanakan selama beberapa hari.
“Isu yang beredar itu tidak benar.

Semua atlet sudah mengikuti seleksi selama tiga hari. Kami melakukan yang terbaik untuk Konawe, mencari atlet terbaik demi mencapai target yang diberikan pemerintah,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, mekanisme seleksi dilakukan secara terbuka dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan. Selain itu, berdasarkan hasil rapat internal, PBVSI juga telah menetapkan enam orang dalam tim seleksi untuk menjamin objektivitas proses penjaringan atlet.

Sementara itu, Ketua Tim Seleksi Persiapan Porprov Konawe, Hadi Purnomo, mengungkapkan bahwa jadwal seleksi sempat mengalami perubahan. Awalnya direncanakan pada 10 hingga 12 April, namun berdasarkan hasil rapat bersama PBVSI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Konawe, jadwal diundur menjadi 16 hingga 17 April 2026.

Menurutnya, penundaan dilakukan karena bertepatan dengan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Konawe ke-66 yang berpotensi mengganggu konsentrasi para atlet.

“Sedangkan pada 19 April itu masih bagian dari rangkaian seleksi, bukan seleksi ulang. Kami belum bisa menyelesaikan proses selama dua hari akibat faktor cuaca,” jelasnya.

Terkait tudingan adanya tiga nama yang tidak mengikuti seleksi namun dinyatakan lolos, Hadi membantah hal tersebut. Ia menyebut dua peserta berinisial RD dan PN justru tidak memenuhi syarat karena usia mereka telah melewati batas ketentuan.

“Untuk RD dan PN itu tidak masuk karena usia mereka sudah lewat batas. Sementara Dilla memang tidak ikut seleksi karena bekerja, tetapi dia adalah peserta Porprov sebelumnya. Kami memberikan kesempatan karena kualitasnya sudah teruji, memiliki pengalaman di turnamen besar, dan telah menorehkan sejumlah prestasi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang pelatih, Edwin menyayangkan langkah panitia yang dinilai tidak transparan dan menimbulkan tanda tanya besar di kalangan peserta.

Edwin mengungkapkan bahwa dirinya bersama peserta lain telah mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai jadwal resmi yang ditetapkan panitia, yakni pada 10 hingga 12 April 2026. Namun, setelah proses tersebut, muncul kebijakan seleksi ulang yang dianggap janggal.

Kata dia, setelah dilakukan seleksi ulang pada, 19 April 2026, banyak kejanggalan yang terjadi, salah satu kejanggalan yang menuai sorotan yaitu terdapat tiga nama Atlet Bola Voly yang dinyatakan lolos mewakili Kabupaten Konawe tanpa mengikuti seleksi.

Ia menyoroti adanya tiga nama yakni DL, RD, dan PN yang disebut-sebut tidak mengikuti proses seleksi awal, tetapi justru dinyatakan lolos sebagai bagian dari tim atlet bola voli yang akan mewakili Kabupaten Konawe.

“Semua yang mendaftar secara online sudah ikut seleksi sesuai jadwal. Tapi kenapa ada nama yang tidak ikut seleksi justru masuk,” ungkap Edwin dengan nada kecewa.

Tak hanya itu, Edwin juga mempertanyakan keputusan panitia yang kembali membuka seleksi susulan di luar jadwal yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi yang beredar, seleksi lanjutan tersebut berlangsung pada 19 April 2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut menimbulkan kesan adanya praktik yang tidak adil dalam proses penjaringan atlet.

“Kenapa lagi dilakukan seleksi susulan? Ada apa ini, apakah mau pakai pola lama lagi, yaitu merekrut atlet titipan,” tegasnya.

Ia berharap panitia seleksi dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik, khususnya para peserta, guna menghindari polemik berkepanjangan serta menjaga integritas proses seleksi atlet daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia seleksi atlet bola voli Kabupaten Konawe belum memberikan keterangan resmi terkait polemik tersebut.

Saat dihubungi, Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Konawe, Mashuri belum memberikan keterangan terkait masuknya ketiga nama yang diduga tidak mengikuti seleksi namun dinyatakan lolos mewakili Kabupaten Konawe di ajang Porprov Sultra.(Red/Inal).

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *