PT SCM Bangun Jalan Penghubung Antardesa di Routa

  • Share

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Jalan penghubung antardesa menjadi faktor vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Komitmen tersebut terus diwujudkan oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM), anak usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (BEI MBMA) yang juga merupakan bagian dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI MDKA), melalui dukungan nyata terhadap pengembangan infrastruktur jalan di wilayah lingkar tambang, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Informasi yang diterima awak media pada Minggu (1/2/2026) menyebutkan, selain melakukan perawatan rutin jalur penghubung dari Kabupaten Konawe Utara menuju wilayah operasional perusahaan, PT SCM juga terus mengembangkan jalan antardesa di wilayah tersebut. Salah satu realisasi terbarunya adalah rampungnya pembangunan jalan penghubung antara Desa Puuwiwirano dan Desa Tanggola, Kecamatan Routa, yang kini telah resmi difungsikan.

Pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT SCM Tahun 2025 dan telah diserahterimakan kepada masyarakat pada akhir tahun lalu. Jalan sepanjang 2.873 meter ini dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp2,1 miliar. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur dasar bagi masyarakat Routa yang berada lebih dari 300 kilometer dari ibu kota Kabupaten Konawe.

Proses pembangunan jalan penghubung Puuwiwirano–Tanggola melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Mulai dari penyediaan sebagian besar material melalui Koperasi Desa Merah Putih Tanggola, pemanfaatan alat berat milik warga seperti excavator dan truk, hingga keterlibatan warga sebagai sopir dan pengawas lapangan.

Pelibatan masyarakat ini tidak hanya memastikan kelancaran pembangunan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga desa. Meski melintasi medan berat berupa punggung bukit dan lembah, pembangunan tetap mengedepankan standar keamanan dan kenyamanan.

Tahapan pengerjaan diawali dengan asesmen teknis menyeluruh, mencakup pembukaan lahan, pembangunan jembatan, tanggul jalan, serta penguatan struktur agar jalan layak dilalui kendaraan. Jalan dibangun dengan lebar rata-rata lima meter, menggunakan material agregat-quarry setebal 60 sentimeter yang dipadatkan dengan alat berat compactor.

Sistem drainase juga dirancang untuk mengalirkan air hujan ke sungai atau jurang guna mencegah genangan yang berpotensi merusak badan jalan.

Desa Puuwiwirano dan Tanggola dihuni lebih dari 800 jiwa yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan.

Selama ini, keterbatasan akses dan kondisi jalan yang buruk kerap menghambat aktivitas ekonomi warga, terutama saat musim hujan ketika longsor sering terjadi. Kondisi tersebut juga berdampak pada sulitnya akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.

Dengan hadirnya jalan penghubung ini, diharapkan distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, akses ke pasar semakin mudah, serta mobilitas warga menuju sekolah dan fasilitas kesehatan dapat meningkat secara signifikan.

Pembangunan infrastruktur jalan oleh PT SCM tidak berhenti pada jalur Puuwiwirano–Tanggola. Selanjutnya, perusahaan akan melanjutkan pembangunan jalan penghubung Walandawe–Puuwiwirano. Jalur ini memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi karena harus melintasi tiga aliran sungai, sehingga memerlukan pembangunan jembatan dan fasilitas pendukung yang memadai.

Kepala Desa Tanggola, Supardi, menyampaikan harapannya agar pengembangan infrastruktur terus berlanjut. “Setelah adanya pengembangan jalan ini, kami berharap pembangunan jembatan menuju desa-desa lain juga dapat direalisasikan agar aktivitas masyarakat semakin mudah,” ujarnya.

Sementara itu, di Desa Lalomerui, wilayah Kecamatan Routa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Konawe Utara PT SCM juga mulai merintis proyek perbaikan jalan desa dengan lapisan aspal. Proyek ini menjadi yang pertama di wilayah lingkar tambang PT SCM dan menghadapi tantangan tersendiri, terutama dalam mobilisasi alat dan material pendukung.

Kepala Teknik Tambang PT SCM, Didik Fotunadi, menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur jalan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar tambang.

“Kami berkomitmen mendukung pengembangan wilayah melalui program PPM yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui pembangunan dan peningkatan akses jalan di wilayah lingkar tambang, PT SCM berharap konektivitas antardesa semakin kuat, interaksi sosial meningkat, serta peluang pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Konawe dapat tumbuh lebih berkelanjutan. (Red/Admin)

  • Share
Exit mobile version