LINTASSULTRA.COM | KENDARI – Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa PAN dibangun atas kesetiaan terhadap cita-cita perjuangan bangsa, bukan kepada sosok atau individu tertentu.
Penegasan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat memberikan pidato politik dalam pelantikan Pengurus DPW dan DPD PAN se-Sulawesi Tenggara (Sultra) masa bakti 2026–2031 di Hotel Claro Kendari, Selasa (6/10/2026) malam.
“Kita setia kepada cita-cita, bukan setia kepada orang. Setia kepada perjuangan, setia kepada nilai-nilai dan platform yang kita bangun,” tegas Zulkifli di hadapan ratusan kader dan tamu undangan.
Menurutnya, nilai yang diperjuangkan PAN sejalan dengan cita-cita Indonesia merdeka, yakni mewujudkan keadilan, kemakmuran, kesetaraan, mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun ekonomi yang berlandaskan Pasal 33 dan 34 UUD 1945.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Menurut dia, sumber daya alam tidak semestinya hanya memberikan manfaat kepada segelintir pihak melalui konsesi yang berpotensi menimbulkan praktik transfer pricing maupun manipulasi volume.
Dalam kesempatan itu, Zulkifli juga menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor sejumlah komoditas pangan. Ia menyebut Indonesia masih mengimpor sekitar 13 juta ton terigu, 6 juta ton kedelai, 6 juta ton gula dan 4 juta ton garam setiap tahun.
“Kalau kita tergantung pada impor, artinya rakyat, gubernur, bupati, kita semua berada di garis kemiskinan. Yang dapat manfaat itu luar negeri,” ujarnya.
Zulkifli juga menyinggung pentingnya peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan. Ia menyebut nilai tukar petani padi dan jagung ditargetkan meningkat, sementara nilai tukar nelayan masih perlu mendapat perhatian agar masyarakat pesisir tidak terus berada dalam kondisi rentan.
Selain persoalan pangan, Zulkifli menegaskan koalisi PAN dengan Partai Gerindra merupakan kerja sama jangka panjang yang dibangun atas kesamaan visi dan tujuan.
“Kita koalisi dengan Gerindra itu koalisi panjang. Partai-partai itu teman kita, bukan musuh,” katanya.
Ia juga menyampaikan sejumlah program pembangunan pemerintah, termasuk penataan kawasan hutan, pembangunan kampung nelayan, pengembangan bioflok serta penguatan koperasi. Menurutnya, pembangunan nasional tidak boleh hanya berpusat di Jakarta.
“Indonesia tidak mungkin maju kalau hanya ada satu mercusuar di Jakarta. Kita bisa maju kalau tiap desa menjadi pusat-pusat ekonomi,” tandasnya.
Dalam arahannya kepada kader PAN Sultra, Zulkifli meminta seluruh pengurus menjaga soliditas internal. Ia mengingatkan bahwa partai tidak akan mampu memperjuangkan kepentingan rakyat apabila kader justru terlibat konflik internal.
Secara khusus, ia meminta kader PAN Sultra mendukung program pemerintah daerah dan Gubernur Sultra. Ia juga meminta setiap kritik maupun masukan disampaikan melalui mekanisme internal.
“Tolong bantu dan didukung Gubernur. Saya tidak mau ada kader yang mengkritik Gubernur. Tidak boleh,” tegasnya.
Sebelum pelantikan, Zulkifli Hasan juga meresmikan Sekretariat DPW PAN Sultra di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, kemudian dilanjutkan peninjauan sejumlah ruangan sekretariat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Zulkifli turut menyerahkan bantuan beras kepada kelompok nelayan dan masyarakat yang hadir.
Sementara itu, Ketua DPW PAN Sultra, Yusran Akbar, mengatakan kehadiran langsung Ketua Umum DPP PAN menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur partai menghadapi Pemilu 2029.
“Kehadiran Ketum hari ini merupakan momentum. Perjalanan untuk meraih kemenangan Pemilu 2029 dimulai dari sekarang,” kata Yusran.
Yusran meminta seluruh pengurus dan kader PAN di Sultra bergandengan tangan memperkuat partai. Ia menegaskan PAN tidak boleh hanya menikmati besarnya potensi sumber daya alam Sultra, tetapi harus memastikan kekayaan daerah memberikan manfaat nyata bagi petani, nelayan dan pelaku UMKM.
“Masih ada petani yang membutuhkan kepastian pasar, masih ada nelayan yang membutuhkan peralatan, dan UMKM yang butuh perhatian. Selama itu masih ada, maka pekerjaan kami belum selesai,” tegasnya.
Yusran juga menyampaikan dukungan DPW PAN Sultra terhadap sejumlah program prioritas pemerintah, seperti swasembada pangan, Koperasi Desa Berdikari, Kampung Nelayan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis serta penguatan rantai pasok pangan berbasis korporasi tani.
Ia menyebut program Kampung Nelayan Merah Putih di Sultra telah terealisasi di empat titik, termasuk salah satunya di Kabupaten Konawe.
Menutup rangkaian kegiatan, Zulkifli Hasan mengibaratkan PAN seperti matahari yang memberikan manfaat tanpa membeda-bedakan. Ia menegaskan partai terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung dan mengabdi untuk Indonesia.
“PAN terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dan mengabdi untuk Indonesia. Karpet biru untuk semua,” pungkasnya. (Red/Admin).













