LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Warga Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengeluhkan pelayanan fasilitas kesehatan di Puskesmas Soropia, khususnya terkait kesulitan penggunaan mobil ambulans saat pasien membutuhkan rujukan ke rumah sakit.
Keluhan itu disampaikan salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Ia mengungkapkan bahwa keluarganya yang hendak dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi maupun RS Kendari justru kesulitan mendapatkan fasilitas ambulans dari Puskesmas Soropia.
“Saat kami minta ambulans, alasannya rusak. Padahal kami tahu mobil ambulans di Puskesmas Soropia itu ada dua unit,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Ia menuturkan, karena ambulans tidak bisa digunakan, pihak keluarga terpaksa membawa pasien menggunakan mobil penumpang biasa tanpa fasilitas medis.
“Bahkan salah satu kerabat kami yang akan dirujuk ke RS Bahteramas terpaksa menggunakan mobil pribadi. Mobil ambulans itu stand by di Pustu Toronipa, jarang ada di Soropia,” ungkapnya.
Menurutnya, pihak puskesmas sempat beralasan bahwa ambulans dalam kondisi rusak dan pasien baru bisa diantar keesokan harinya.
“Kami minta diantar hari itu juga, tapi mereka bilang mobil rusak dan disuruh menunggu besok,” tandasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Puskesmas Soropia, Rano Hajji, membenarkan bahwa saat ini terdapat dua unit ambulans, masing-masing satu unit di Puskesmas Soropia dan satu unit di Pustu Toronipa.
“Memang ambulans ada dua. Salah satu sempat mengalami kerusakan, tapi sekarang sudah diperbaiki dan stand by di Soropia dan Toronipa,” jelas Rano.
Namun, Rano mengakui bahwa kendala utama dalam proses rujukan bukan semata pada armada ambulans, melainkan pada sistem rujukan terintegrasi (Sisrute) yang kerap mempersulit pihak puskesmas saat merujuk pasien ke rumah sakit.
“Sistem Sisrute ini, kalau kita merujuk menggunakan ambulans, kadang rumah sakit mempersulit kami melalui aplikasi tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan, pihak puskesmas sering berdiskusi dengan keluarga pasien untuk menunggu proses persetujuan dari rumah sakit. Namun, hal itu kerap memakan waktu lama.
“Biasanya kami sampaikan ke keluarga pasien, kalau bisa menunggu respon rumah sakit. Tapi kalau pasien dalam kondisi kritis, kami terpaksa mengambil antisipasi dengan menggunakan mobil pribadi tanpa fasilitas kesehatan, supaya tidak terhambat oleh Sisrute,” ujarnya.
Menurut Rano, kondisi jaringan internet di Soropia yang tidak stabil juga menjadi kendala serius dalam penggunaan aplikasi Sisrute.
“Jaringan di Soropia ini sulit sekali. Kadang kami juga ditolak oleh beberapa rumah sakit. Tapi kalau pasien datang sendiri tanpa riwayat dari puskesmas, biasanya langsung diterima karena dianggap darurat,” ungkapnya.
Meski demikian, Rano menegaskan bahwa tidak semua pasien dirujuk tanpa ambulans.
“Saya akui memang ada pasien yang tidak menggunakan ambulans, tapi mobil ambulans itu sebenarnya masih stand by. Kami serba salah, karena ini soal nyawa. Kalau menunggu terlalu lama, risikonya besar,” tutupnya.(Red/Inal).













