Peserta Engkrang Kecewa, SMA IT Al-Ishlah Klaim Jadwal Lomba Tak Disampaikan

  • Share

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Pelaksanaan lomba engkrang dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 tahun di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menuai kekecewaan dari para peserta.

Salah satunya pihak SMA IT Al-Ishlah Konawe yang mengaku merasa dirugikan lantaran tidak mendapatkan informasi mengenai waktu pelaksanaan pertandingan.

Kepala SMA IT Al-Ishlah Konawe, Astipin Hidayat, mengatakan pihaknya telah melakukan pendaftaran dan berulang kali berupaya memastikan jadwal serta lokasi pertandingan kepada pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Konawe selaku pihak yang dipercayakan dalam penyelenggaraan lomba.

Kata Astipin, informasi mengenai lokasi pertandingan memang telah disampaikan. Namun, waktu atau jam pelaksanaan lomba engkrang tidak pernah diinformasikan kepada pihak sekolah meskipun sudah beberapa kali ditanyakan.

“Kami sangat kecewa dengan panitia penyelenggara lomba engkrang yang dipercayakan oleh Dispora. Kami sebagai peserta merasa dirugikan karena tidak pernah dikabarkan mengenai waktu pelaksanaan lomba,” ujar Astipin, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, saat melakukan pendaftaran, pihak sekolah juga telah menanyakan secara langsung mengenai jadwal pertandingan. Namun, perwakilan panitia disebut hanya meminta nomor telepon pihak sekolah dengan alasan akan menghubungi kembali apabila waktu pelaksanaan telah ditentukan.

“Kami sudah melakukan upaya pendaftaran dan menanyakan terkait waktu dan tempat. Namun, yang disampaikan hanya tempat pelaksanaan, sementara jamnya tidak diberitahukan. Kami kemudian diminta meninggalkan nomor HP karena katanya akan dihubungi untuk informasi jam pertandingan,” jelasnya.

Tidak berhenti di situ, pihak sekolah juga mengaku telah berusaha menghubungi perwakilan Dispora melalui aplikasi WhatsApp untuk memperoleh kepastian jadwal. Namun, menurut Astipin, pesan yang dikirimkan tidak mendapat tanggapan terkait pertanyaan mengenai waktu pertandingan.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah tetap berinisiatif mendatangi lokasi pertandingan pada sore hari dengan membawa peserta yang sebelumnya telah melakukan persiapan untuk mengikuti lomba.

Namun setibanya di lapangan Kantor Bupati Konawe, pihak sekolah justru mendapat informasi bahwa pertandingan engkrang telah selesai dilaksanakan pada pagi hari. Bahkan, berdasarkan keterangan salah seorang peserta dari sekolah lain, pertandingan telah dimulai dengan nomor urut pertama pada pagi hari.

“Kami datang sore hari ke lapangan Kantor Bupati bersama peserta. Ternyata baru kami ketahui bahwa lomba sudah selesai dilaksanakan sejak pagi. Kami bahkan mendapat informasi dari salah seorang peserta sekolah lain bahwa pertandingan sudah dimulai dengan nomor urut pertama,” ungkapnya.

Astipin menilai persoalan tersebut bukan sekadar masalah teknis, tetapi juga menyangkut penghargaan terhadap peserta yang telah melakukan persiapan.

Ia mengatakan, para siswa SMA IT Al-Ishlah telah mempersiapkan diri selama jauh hari untuk mengikuti perlombaan tersebut. Karena itu, kegagalan mengikuti pertandingan akibat tidak adanya informasi mengenai jadwal dinilai telah menimbulkan kekecewaan bagi para siswa.

“Kami sudah mempersiapkan 2 peserta selama beberapa hari untuk lomba ini. Ketika mereka datang dengan semangat untuk bertanding, ternyata lombanya sudah selesai. Ini tentu membuat psikologis siswa kami sedih dan merasa tidak nyaman,” katanya.

Pihak sekolah, lanjut Astipin, juga telah menyampaikan kekecewaan tersebut kepada Kepala Dispora Konawe. Namun hingga Rabu (12/8/2026), pihaknya mengaku belum menerima respons, klarifikasi maupun permohonan maaf dari penyelenggara.

“Kami sudah menyampaikan komunikasi terkait kekecewaan kami kepada Kepala Dispora. Tetapi sampai saat ini belum ada respons, klarifikasi ataupun permohonan maaf dari pihak penyelenggara,” ujarnya.

Astipin berharap persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi panitia maupun Dispora dalam penyelenggaraan kegiatan berikutnya. Menurutnya, informasi mengenai jadwal pertandingan merupakan hal mendasar yang semestinya disampaikan secara jelas kepada seluruh peserta agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Ia juga berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme penyampaian jadwal lomba, khususnya terkait alasan pihak sekolah tidak memperoleh informasi mengenai waktu pertandingan.

“Kami berharap ada klarifikasi dari penyelenggara. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali karena yang menjadi korban adalah siswa yang sudah berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak Dispora Kabupaten Konawe saat dihubungi media ini belum memberikan keterangan resminya terkait masalah tersebut.(Red/Inal).

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *