LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Konawe menggelar sosialisasi edukasi gizi yang bertujuan menanamkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu hotel di Kecamatan Unaaha, Kamis (12/2/2026). Peserta sosialisasi berasal dari kepala sekolah se-Kabupaten Konawe, guru, serta koordinator BKKBN Kabupaten Konawe.
Kegiatan ini juga menjadi forum penyamaan persepsi terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat. Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Konawe, Novri Al Ikmansyah, menjelaskan bahwa para peserta memiliki peran penting dalam pendistribusian layanan MBG di satuan pendidikan.
“Kami membuat kegiatan ini untuk menyatukan persepsi, misi, dan visi, sehingga di Kabupaten Konawe tidak ada perbedaan pemahaman terkait Program MBG,” ujar Novri.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah penanggung jawab sekolah menyampaikan keluhan terkait menu MBG, khususnya lauk pauk yang dinilai kurang bervariasi.
Menanggapi hal itu, Novri menjelaskan bahwa BGN menerapkan sistem subsidi silang dalam penyusunan menu MBG, sebagaimana telah diatur dalam petunjuk teknis (juknis) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Terkait masalah menu, kami di Badan Gizi Nasional menerapkan subsidi silang. Misalnya hari Senin menggunakan daging dan ayam, maka kekurangannya kami tutupi dengan telur,” jelasnya.
Sementara itu, untuk penggunaan lauk berbahan ikan, pihak BGN Konawe mengaku telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna memastikan kelayakan bahan pangan tersebut.
“Anak-anak di Konawe rentan terhadap alergi ikan. Selain itu, kami juga melihat kondisi ikan laut di Konawe jarang yang benar-benar segar,” ungkap Novri.
Ia menambahkan, pengalaman di sejumlah SPPG yang menyajikan ikan menunjukkan adanya anak-anak yang mengalami gatal-gatal setelah mengonsumsi menu tersebut.
“Kami mengambil pelajaran dari beberapa SPPG yang menyajikan ikan, di mana terdapat beberapa anak yang mengalami gatal-gatal,” katanya.
Saat ini, kata Novri, sebanyak 20 SPPG di Kabupaten Konawe telah beroperasi, sementara enam lainnya masih dalam tahap pembangunan.
“Insya Allah setelah Lebaran, seluruh SPPG di Kabupaten Konawe sudah beroperasi,” pungkasnya.(Red/Inal).













