LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Ribuan peserta memadati kawasan Pantai Tanjung Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Minggu (30/8/2026), dalam puncak penutupan Kemah Bakti dan Festival Wisata Bahari Bersahaja 2026.
Suasana pantai semakin meriah saat peserta bersama masyarakat mengikuti prosesi penarikan jala ikan secara bersama-sama. Tradisi tersebut menjadi salah satu atraksi utama sekaligus simbol kebersamaan dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 Agustus 2026.
Sekitar 5.000 orang terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Konawe, anggota Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Konawe, serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi festival.
Dengan penuh semangat, peserta menarik jala yang sebelumnya telah ditebar ke perairan Tanjung Lalimbue. Ratusan orang dari berbagai kalangan ikut mengambil bagian dalam prosesi tersebut hingga jala berhasil dibawa ke tepian.
Kegiatan itu tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta, tetapi juga menggambarkan kuatnya budaya gotong royong yang ingin ditonjolkan melalui Festival Wisata Bahari Bersahaja.
Ikan yang diperoleh dari hasil penarikan jala kemudian menjadi bagian dari kegiatan berikutnya, yakni Festival Bakar Ikan. Peserta dan warga secara bersama-sama mengolah serta membakar ikan di kawasan pantai.
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, yang hadir menyaksikan langsung rangkaian kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, Festival Bahari Bersahaja memiliki makna lebih luas karena menjadi wadah untuk mempertemukan pemerintah, Pramuka, masyarakat, dan berbagai unsur lainnya dalam satu kegiatan yang mengangkat potensi daerah.
Ia menilai tingginya antusiasme peserta dalam menarik jala secara bersama-sama merupakan gambaran nyata semangat kebersamaan yang perlu terus dipertahankan.
Yusran juga menilai kawasan Tanjung Lalimbue mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata bahari andalan di Kabupaten Konawe.
Pengembangan kawasan tersebut, kata dia, akan diarahkan dengan tetap memperhatikan potensi lokal dan kelestarian lingkungan pesisir. Dengan demikian, sektor pariwisata diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi kreatif.
Festival ini sekaligus menjadi bagian dari agenda kerja Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Konawe yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tidak hanya berorientasi pada kegiatan rekreasi, pelaksanaan festival juga membawa sejumlah pesan sosial dan edukasi. Salah satunya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan pesisir dan ekosistem laut.
Selama pelaksanaan kegiatan, berbagai agenda digelar untuk melibatkan masyarakat. Di antaranya pemeriksaan kesehatan secara gratis, edukasi kesiapsiagaan menghadapi bencana, festival layang-layang, bazar UMKM, pasar murah, hingga sejumlah permainan rakyat.
Beragam perlombaan turut menyemarakkan kegiatan, seperti tarik tambang, voli pantai, serta lomba tangkap itik.
Keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian warga. Kehadiran ribuan peserta menjadi peluang bagi masyarakat sekitar untuk memperkenalkan sekaligus menjual berbagai produk usaha mereka.
Prosesi penarikan jala ikan dan Festival Bakar Ikan akhirnya menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian Kemah Bakti dan Festival Wisata Bahari Bersahaja 2026.
Penutupan kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan diakhiri dengan doa bersama. Momentum tersebut diharapkan menjadi awal untuk kembali menggelar kegiatan serupa dengan konsep yang lebih baik serta cakupan yang semakin luas pada tahun-tahun berikutnya. (Red/Admin).













