LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menggelar Festival Bahari Bersahaja dan Kemah Bakti 2026 di kawasan Pantai Tanjung Lalimbue, Tombawatu, Batu Gong, Kecamatan Kapoiala.
Agenda yang berlangsung selama tiga hari tersebut resmi dimulai pada Jumat (28/8/2026) dan dibuka langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T.
Festival ini dikemas dengan berbagai kegiatan yang menyatukan aktivitas kepramukaan, pelayanan sosial, pelestarian lingkungan, seni budaya hingga pengembangan sektor pariwisata.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yusran Akbar mengatakan kawasan Tombawatu dan Batu Gong dipilih karena mempunyai potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi masyarakat pesisir.
Menurutnya, kawasan pantai yang masih berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Konawe merupakan aset penting yang harus dikelola secara bijaksana.
Yusran menyebut wilayah pesisir tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem daerah.
Ia mengingatkan agar pengembangan potensi bahari tidak dilakukan dengan mengabaikan aspek kelestarian alam serta nilai-nilai budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
“Potensi yang kita miliki harus dijaga bersama. Pengelolaannya jangan hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kearifan lokal,” ujarnya.
Bupati menilai keberadaan festival tersebut dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan sejumlah potensi wisata bahari Konawe kepada masyarakat dari berbagai wilayah.
Beragam kegiatan disiapkan selama festival berlangsung. Peserta dan masyarakat dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, pasar murah, edukasi mengenai mitigasi bencana, pertunjukan seni budaya, serta festival layang-layang.
Kegiatan kemah bakti juga menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, serta pembentukan karakter melalui berbagai aktivitas di lapangan.

Di sisi lain, pemerintah daerah berharap festival tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dan pengunjung dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal sekaligus membantu memperkenalkan destinasi wisata di kawasan Batu Gong.
Yusran berharap Batu Gong dan kawasan pesisir di sekitarnya dapat semakin dikenal sebagai salah satu tujuan wisata bahari yang potensial di Kabupaten Konawe.
Ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan untuk menjaga ketertiban, keamanan serta kebersihan lingkungan selama festival berlangsung.
Menurutnya, suksesnya sebuah kegiatan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah peserta maupun kemeriahan acara, tetapi juga bagaimana seluruh pihak mampu menjaga lingkungan dan menghormati budaya masyarakat setempat.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Konawe yang juga Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah, para camat, lurah dan kepala desa, serta anggota Pramuka dari sejumlah kecamatan.
Bupati Konawe menyampaikan penghargaan kepada panitia, pemerintah kecamatan dan desa, jajaran Pramuka, serta seluruh pihak yang telah terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan Festival Bahari Bersahaja dan Kemah Bakti 2026.(Red/Admin).













