Inflasi Konawe Terendah di Sultra, Yusran Akbar Paparkan Capaian dan Target 2027

  • Share

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Kabupaten Konawe kembali menorehkan catatan positif dalam pengendalian ekonomi daerah. Hingga Juli 2026, tingkat inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) Konawe berada di angka 1,49 persen, sekaligus menjadi yang terendah dibandingkan daerah lain di Sulawesi Tenggara.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Konawe H. Yusran Akbar saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Konawe, Jumat (14/8/2026). Agenda tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rapat berlangsung di tengah suasana khidmat dan dihadiri 30 anggota DPRD Konawe. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang dipimpin Kapolres Konawe, perwakilan Dandim 1417 Kendari, Kepala Kejaksaan Negeri Konawe Fahrizal, S.H., Ketua Pengadilan Negeri Unaaha, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah hingga tokoh masyarakat turut hadir.

Ketgam: Bupati Konawe H. Yusran Akbar saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Konawe, Jumat (14/8/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Yusran Akbar menyebut tema peringatan kemerdekaan tahun ini, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, memiliki keterkaitan erat dengan arah pembangunan daerah melalui visi “Konawe Bersahaja”.

Menurutnya, visi tersebut diarahkan untuk mewujudkan Konawe yang berdaya saing, sejahtera, adil dan berkelanjutan.

Angka inflasi Konawe sebesar 1,49 persen tercatat jauh lebih rendah dibandingkan angka inflasi Sulawesi Tenggara yang mencapai 4,68 persen. Menurut Yusran, capaian itu tidak terlepas dari langkah pengendalian harga dan pasokan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Empat langkah utama menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni memastikan kebutuhan bahan pokok tetap tersedia, memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM, mempererat koordinasi dengan Bulog dan para pelaku usaha, serta membangun kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Pengendalian inflasi adalah kerja setiap hari yang harus terus kita jaga,” ujar Yusran Akbar.

Selain pengendalian inflasi, pemerintah daerah juga terus mendorong Konawe sebagai salah satu wilayah penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Produksi beras Konawe bahkan berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan di sejumlah wilayah lainnya.

Momentum peringatan kemerdekaan juga dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyampaikan sejumlah capaian Konawe selama 2026.

Di antaranya keberhasilan Konawe menjadi Juara Umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Konawe tidak hanya dipercaya menjadi tuan rumah, tetapi juga berhasil keluar sebagai peraih gelar juara umum.

Prestasi lainnya diraih Kelurahan Anggaberi yang berhasil menjadi juara pertama dalam lomba kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Konawe juga memperoleh kepercayaan menjadi tuan rumah Temu Karya Nasional Desa Tahun 2026. Penunjukan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan terhadap Konawe dalam penyelenggaraan agenda berskala nasional.

Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa berbagai pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Ia menilai prestasi yang diraih tidak semata-mata dapat dilihat dari angka atau penghargaan, tetapi merupakan gambaran dari kerja bersama yang harus dipertahankan.

“Rangkaian prestasi ini adalah buah dari kerja keras dan sinergi kita semua. Ini bukan hanya angka di atas kertas, melainkan komitmen bersama yang akan kita kawal dan wujudkan,” kata I Made Asmaya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Konawe turut memaparkan sejumlah sasaran pembangunan yang dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya berada pada angka 12,28 persen dapat meningkat hingga kisaran 17,28 persen pada 2027.

Sementara tingkat kemiskinan yang tercatat 12,78 persen ditargetkan turun menjadi 10,12 persen. Adapun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berada di angka 75,09 ditargetkan meningkat menjadi sekitar 75,7.

Berbagai target tersebut diarahkan untuk semakin memperkuat peran Konawe sebagai daerah penyangga pangan nasional sekaligus mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Untuk merealisasikan sasaran pembangunan tersebut, pemerintah daerah akan melanjutkan sejumlah program prioritas dengan tetap mempertimbangkan kondisi fiskal daerah.

Beberapa di antaranya pembangunan RSUD Wekoila, penataan dan pembenahan pasar induk, pengembangan kawasan yang memiliki potensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta pembangunan kolam retensi di kawasan Alun-alun Kota.

DPRD Konawe menyatakan siap mendukung agenda pembangunan tersebut. I Made Asmaya menegaskan lembaga legislatif akan terus mengawal program pemerintah, terutama yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Komitmen tersebut diarahkan untuk mendukung agenda “Membangun Desa, Menata Kota Menuju Konawe Bersahaja”, termasuk mendorong peningkatan PAD, perbaikan kualitas pelayanan publik dan penguatan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan.

“Kami akan memastikan kebijakan daerah berpihak kepada rakyat dan selaras dengan Asta Cita Presiden RI Bapak H. Prabowo Subianto,” tegasnya.

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Konawe tersebut juga menjadi bagian dari agenda nasional, yakni mengikuti penyampaian pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia terkait keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027.

Penyampaian pidato kenegaraan tersebut diikuti anggota DPRD Konawe melalui siaran televisi di tempat pelaksanaan rapat.(Red/Admin)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *