Desa Ahuawatu Dapat Nilai Istimewa Dalam Program Desa Anti Korupsi

0
738

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah Desa Ahuawatu ditunjuk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) sebagai wakil Sultra dalam program percontohan Desa Anti Korupsi.

 

Desa Ahuawatu merupakan salah satu desa di Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe. Di bawah kepemimpinan Adi Hariyono, Desa Ahuawatu berhasil mengalahkan dua desa rivalnya dari Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan terpilih untuk mewakili Sulawesi Tenggara di tingkat nasional.

 

Tidak hanya sampai di situ, setelah dilakukan penilaian tingkat nasional oleh Tim Penilai dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Desa (Kemendes), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), serta Inspektorat Provinsi dan Kabupaten, Desa Ahuawatu masuk Kategori Istimewa dengan nilai 93.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH mengatakan prestasi yang diraih Desa Ahuawatu tersebut tidak terlepas dari peran pemerintah kabupaten melalui instansi terkait yang terus melakukan pendampingan.

 

“Berkat dukungan masyarakat dan bimbingan dari pemerintah kabupaten Desa Ahuawatu ditunjuk oleh KPK RI untuk mewakili Sultra di tingkat nasional,” kata Ferdinand.

 

 

Kades Ahuawatu Adi Hariyono bersama tim penilai Program Desa Anti Korupsi

Atas prestasi yang diraih Desa Ahuawatu, PJ Bupati Konawe pun mendapat undangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Dit. Permas) untuk menghadiri Launching Desa Anti Korupsi Tahun Anggaran 2023 di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa 28 November 2023 mendatang.

 

“Pak Bupati akan didampingi oleh Inspektur, Kadis PMD dan Kadis Kominfo. Termasuk Kades Ahuawatu diundang untuk menerima penghargaan,” kata Sekda Konawe, Rabu 15 November 2023.

 

Jenderal ASN Konawe ini berharap ke depan upaya pemberantasan korupsi itu terus digelorakan di desa atau lingkungan masyarakat. Sehingga budaya anti korupsi di mulai dan tumbuh dari lingkungan terkecil.

 

“Harapan kita, Desa Ahuawatu ini nantinya akan menjadi contoh bagi desa – desa yang lainnya khususnya di Sultra,” harap Ferdy sapaan akrab Sekda Konawe.

 

Menurut Ferdy, program percontohan Desa Anti Korupsi ini digagas oleh KPK RI dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dan pentingnya penanaman nilai-nilai integritas dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.

 

“Program Desa Anti Korupsi ini digagas untuk menciptakan pemerintah dan masyarakat desa yang berintegritas demi mewujudkan desa anti korupsi,” pungkas Ferdy. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here