Mengenal Mete Bakar Khas Kendari yang Pernah Tembus Pameran Luar Negeri

0
2730

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Siapa sangka produk UMKM lokal asli Desa Bondoala, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, bisa dipasarkan ke berbagai wilayah, hingga menembus pameran luar negeri.

 

Produk tersebut bernama Mete Bakar Khas Kendari yang hadir dengan berbagai keunggulan dan ciri khasnya, salah satunya pengolahan dengan mempertahankan kualitas biji mete.

 

Proses produksinya dengan cara dibakar oleh tenaga profesional dan terlatih, tanpa menggunakan minyak, higienis dan bersih. Bukan hanya itu, produk ini telah tersetifikasi oleh Dinas Kesehatan, BPOM, hingga MUI.

 

Pemilik usaha Mete Bakar Khas Kendari, Abidin, S.Pd, menjelaskan bahwa perusahaannya dibangun pada tahun 2019, dengan jumlah karyawan saat ini hanya enam orang saja.

 

Produknya ini menjadi salah satu prodak khusus yang lolos kurasi di HUT Ke-74 maskapai penerbangan Garuda Indonesia, dimana setiap penumpang di salah satu rute penerbangan mendapatkan satu bungkus.

 

“Kurasi produk merupakan sebuah proses penyeleksian terhadap produk UKM/IKM yang telah terdaftar sebelum produk tersebut dapat diekspor atau dinaikkan kelasnya,” katanya.

 

Produk Mete Bakar Khas Kendari bukan hanya mendapatkan pengakuan dari Garuda Indonesia, namun juga telah mencapai tingkat nasional yakni pada Hari Pangan Nusa di Jakarta tahun 2019, serta menembus pameran di Qatar pada tahun yang sama.

 

“Untuk pameran lokal lainnya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Konawe dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui dinas perindustrian dan perdagangan setiap bulan atau tahunnya kita ikuti,” ujarnya.

 

Kabar baiknya, bagi warga yang ingin mencicipi produk UMKM berkualitas ini, cukup merogoh saku senilai 20 ribuan rupiah saja, sudah mendapatkan mete bakar sebanyak 75 gram.

 

Warga bisa mengunjungi gerai Indomaret Se-Sultra dan Sulteng, Indogrosir Kendari, Hypermart Lippo Plaza Kendari, serta The Mall Park Kendari. Kemudian secara online bisa dipesan melalui halaman Facebook bernama “HANAN RIZKI FOOD”.

 

Abidin berharap, usaha UMKM ini dapat membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya, sehingga ekonomi keluarga mampu ditingkatkan. Ia juga berharap kepada pemerintah, agar usaha mete bakar ini mendapatkan bantuan berupa peralatan produksi.

 

“Target terakhir, semoga Mete Bakar Khas Kendari bisa menembus berbagai pasar di seluruh Indonesia,” tutupnya. (Red/Inal).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here