Bupati Butur Ikuti Pembukaan JKPI di Semarang

0
605

LINTASSULTRA.COM | SEMARANG – Rapat koordinasi (Rakor) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) resmi dibuka oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen di alun-alun kota lama Semarang Rabu, 23 Agustus 2023.

Sebanyak 73 perwakilan kabupaten/kota di Nusantara yang sudah menjadi anggota JKPI ikut ambil bagian dalam acara yang telah terdaftar dalam kalender tahunan JKPI tersebut.

Dari jumlah itu masih terdapat 11 daerah kabupaten/kota calon anggota yang terdaftar sebagai peninjau. Daerah itu dipastikan pada Rakernas tahun depan sudah bisa menjadi anggota karena salah satu syarat keanggotaan di JKPI adalah menjadi peninjau. Disamping itu memiliki situs atau warisan cagar budaya yang bernilai sejarah dalam peradaban manusia.

Pada acara pembukaan tersebut, Bupati Buton Utara Dr. H. Muh. Ridwan Zakariah, M.Si didampingi oleh Sekretaris Daerah Muh. Hardhy Muslim, SH, M. Si, kepala Badan Keuangan Daetah (BKD) Dr. Harmin Hari, SP. M. Si, Kepala Dinas Perindag H. Tasir SE. M.Si, Asisten III Sahrun Akri, SP. MM. Kepala Bappeda Zainal Arifon, SE. M. Si, Kabag pembangunan Drs.Garni, Kabag Umum dan Perlengkapan Asrif, SKM.

 

Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan seminar kebudayaan yang menghadirkan para pemateri bertaraf internasonal dari kalangan akedemisi Indonesia dan Malaysia. Sedangkan bertindak sebagai moderator adalah ahli budaya kebangsaan Australia namun sudah menjadi warga negara indonesia.

 

Pada sesi kedua meterinya adalah Rakornas JKPI. Dalam sesi tersebut perwakilan Butur diikuti oleh Kadis Pendidikan Drs. Kusman Surya, M. Ap, Kadis Perhibungan Tayeb, S. Ip. MM, Kadis Koperasi Tenaga Kerja dan UKM Drs. Abdul Syukur, Sataf ahli bidang ekonomi pembangunan dan keuangan Drs. Hasanun, Kadis Pemberdayaan Perempuan Sinaria, S. Pd, Kadis PMD Moh. Amaludin Mokram, SS. M. Si

Ketgam: Peserta Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang diikuti Sebanyak 73 perwakilan kabupaten/kota di Nusantara termasuk Kabupaten Butur.

Dalam sambutannya Wagub Taj Yasin menjelaskan, kota Semarang merupakan kota tua yang banyak memiliki situs budaya peninggalan kolonial belanda. Desain kotanya mirip dengan desain kota-kota di eropa. Situs-situs budaya tua yang bisa dijadikan destinasi wisata budaya itu perlu dipertahankan dan dilestarikan.

 

Dikatakan, Rakornas JKPI tersebut disamping untuk melestarikan budaya juga sebagai ajang mempersatukan nilai-nilai budaya suatu daerah di wilayah nusantara.

Sementara itu Walikota Semarang Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, S. Sos dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh peserta JKPI dari sabang sampai merauke yang telah meluangkan waktunya untuk datang ke kota Semarang sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakornas. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Semarang saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu peserta JKPI. Semoga perjuangan dan kerja keras kita semua dalam upaya melestarikan budaya nusantara mendapat ridha dari allah SWT, “ujar walikota dengan nada haru. (Red/Ton).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here