Wamenkumham Gelar Kuliah Umum di Uho

0
1599

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Kuliah Umum Urgensi dan latar belakang lahirnya Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

 

Kegiatan tersebut merupakan program Kanwil Kemenkumham Sultra bertema Kumham Goes To Campus yang digelar di Universitas Haluoleo, Rabu (26/72023).

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Kemenkumham RI, Prof Dr. Edwar Omar Sharif Hiariej sebagai pemateri, Forkopinda Sultra, Obusmand seluruh KUPT Imigrasi dan pemasyarakatan, Hakim, Jaksa, Mahasiswa dan Dosen dari Universitas Haluoleo, serta beberapa Lembaga Masyarakat.

 

Saat memberikan materi, Dr. Edwar Omar Sharif Hiariej menyampaikan, KUHP baru ini tidak dibuat dengan mengedepankan hukum pidana sebagai Lex talionis atau sebagai sarana balas dendam.

 

“Maksudnya, yang ada di benak kita semua ketika kita berhadapan dengan hukum pidana, ketika kita berhadapan dengan masalah hukum, katakanlah mungkin barang kita dicuri, kena tipu atau barang digelapkan, maka biasanya yang ada di dalam benak korban kejahatan, agar pelakunya segera ditangkap, ditahan dan dihukum,” ujar Eddy..

 

Lanjutnya, dalam kurun tiga tahun ini, Kumham akan menggencarkan tahapan sosialisasi kepada masyarakt umum, penegak hukum, kepolisian, hakim kejaksaan bahkan akan sampai sosialisasi terhadap para pengacara.

 

Kata Eddy, terdapat pula beberapa visi yang menunjang terbentuknya KUHP Nasional tersebut, diantaranya berorientasi pada hukum pidana modern yakni keadilan korektif, keadilan restoratfi dan keadilan rehabilitatif.

 

“Artinya tidak ada lagi menggunakan hukum pidana sebagai sarana balas dendam, tetapi mengutamakan keadilan korektif bahwa ada sanksi yang diberikan kepada pelaku kejahatan tidak berarti sanksi pidana dan juga sanksi berupa tindakan,” jelasnya lagi.

 

Eddy berharap masyarakat dan mahasiswa bisa lebih memahami pasal-pasal yang selama ini menimbulkan kontroversi. “Paling susah merubah mindset kita semua. Maka dari itu kita lakukan sosialisasi agar semua bisa memahami,” tandasnya.(Red/LS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here