Bupati Butur Buka Acara Pembentukan FPRB

0
1228

LINTASSULTRA.COM | BUTUR – Bupati Buton Utara (Butur) Dr. H. Muh. Ridwan Zakariah, M. Si menyatakan pada hakekatnya bencana alam yang sering terjadi di suatu daerah disebabkan oleh dua faktor. Pertama adalah akibat ulah manusia itu sendiri dan kehendak Allah akibat ketidak puasan manusia yang tidak mensyukuri nikmat yang diberikan sehingga Allah menurunkan azab.

 

Pernyataan tersebut disampaikan bupati saat membuka acara pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di aula Sekretariat daerah (Setda) Butur Rabu, 13 Juni 2023.

 

Menurut bupati, bencana merupakan sesuatu musiba yang sangat tidak diharapkan tetapi harus tetap diwaspadai. Karena itu, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) mengharapkan partisipasi seluruh pihak untuk turut berperan menghadapi kemungkinan terjadinya potensi bencana.

Di Butur kata bupati, khusus daerah rawan bencana alam masih sering terjadi. Hingga saat ini pemerintah daerah belum dapat dan mampu meniadakan risiko bencana yang disebapkan oleh peristiwa alam.

 

Dijelaskan, berdasarkan data indeks risiko bencana pada tahun 2022 lalu untuk multi ancaman, Butur berada pada kategori tinggi dengan rincian per ancaman yaitu, bajir kategori sedang, gempah bumi masuk skala kategori tinggi, tsunami kategori sedang, kebakaran hutan dan lahan kategori tinggi, tanah longsor kategori tinggi, gelombnag laut dan abrasi kategori tinggi, kekeringan tinggi dan cuaca ekstrim kategori sedang.

 

Dijelaskan, FPRB ini baru akan dibentuk di Butur. Hal tersebut merupakan langkah positif bagi Pemda dalam upaya mitigasi bencana dengan melibatkan berbagai pihak.

“FPRB adalah salah satu sarana Perintah daerah dalam menfasilitasi dan mengembangkan peran serta masyarakat dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, “ujar bupati.

 

Lebi jauh bupati menjelaskan, semua unsur harus menyadari bahwa penanggulangan bencana alam bukan hanya tugas pemerintah daerah, TNI, Polri, SAR maupun instansi terkait semata, tetapi merupakan panggilan kemanusiaan yang menjadi tanggungjawab bersama seluruh masyarakat, termasuk kalangan dunia usaha, akademisi dan media.

 

Bupati dua priode itu menjelaskan, tugas utama dari FPRB adalah mendorong tujuh obyek ketangguhan di daerah yang meliputi keluarga, sekolah, perkantoran, pasar, purat kesehatan masyarakat, tempat ibadah dan sarana prasarana umum lainnya.

 

Forum ini juga, dapat menjadi penyuara mengenai isu-isu yang berhubungan dengan pengurangan risiko bencana kepada pemerintah.

Sementara itu, pelaksana tugas Plt Kepala BPBD Butur Drs. La Nita, MM dalam laporannya menguraikan, visi dari forum ini adalah terwujutnya masyarakat Butur yang memiliki sistem ketahanan dan ketangguhan sosial, ekonomi dan budaya terhadap bencana sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di berbagai daerah.

 

Adapun misi dari forum ini diantaranya adalah mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung bagi pengembangan budaya pencegahan melalui advokasi dan penumbuhan kesadaran dan pengetahuan tentang pengurangan risiko bencana.

 

Acara pembentukan forum itu dihadiri oleh unsur Forkopinda dalam hal ini perwakilan dari Kapolres serta Dandim Butur serta sejumlah pejabat eselon dua dam staf lingkup Pemkab Butur. (Red/Ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here