Dua Periode Jabat Bupati, KSK Jadikan Ekonomi Konawe Teratas di Sultra

0
957

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Dimasa kepimpinan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (KSK) yang sudah hampir 10 tahun, telah banyak prestasi Konawe yang ditorehkan baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Mulai dari raihan piala Adipura dua kali berturut turut, opini WTP, peringkat tujuh besar realisasi investasi nasional hingga delapan besar pengelolaan pemerintahan terbaik dan masih banyak lagi.

Dari sejumlah prestasi hingga prestise tersebut ada satu hal yang membuat pemerintahan KSK begitu istimewa di Sultra. Bupati dua periode itu mampu menunjukan tajinya dengan membawa pertumbuhan ekonomi Konawe berada pada urutan teratas di Sultra.

Ketgam: Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa.

Pada masa awal KSK memimpin 2013 lalu, pertumbuhan ekonomi Konawe berada pada -7,86 persen. Saat itu, pendapatan perkapita hanya Rp19,4 juta pertahunnya. Tahun demi tahun berjalan, ekonomi Konawe mulai bertumbuh perlahan.

Pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Konawe akhirnya jadi tertinggi di Sultra dengan perolehan 10,7 persen. Tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Konawe kembali naik jadi 11,84 persen.

Tahun 2020 saat wabah Covid 19 melanda, ekonomi Konawe masih bertahan di angka 6,89 persen. Kondisi itu sangat buruk. Akan tetapi pada waktu yang sama, pertumbuhan ekonomi daerah lain jauh lebih buruk lagi. Rata-rata hanya bermain pada angka nol koma atau bahkan minus pertumbuhan ekonominya.

Tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Konawe perlahan meningkat di angkat 7,78 persen. Kemudian pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Konawe meroket hingga menyentuh angka 15,38 persen.

Ketgam: KSK saat memaparkan hasil kinerja jelang akhir masa jabatannya.

“Selama tahun 2018 sampai 2022, lima tahun berturut-turut Konawe merajai pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara,” ungkap KSK saat acara ekspose satu dekade pemerintahannya beberapa waktu lalu.

Mantan Ketua DPRD Konawe itu melanjutkan, pertumbuhan ekonomi Konawe saat ini jauh dari rata-rata pertumbuhan ekonomi Sultra yang hanya 5,23 persen. Menurut KSK, pertumbuhan ekonomi Konawe yang meroket menjadi penyeimbang atas pertumbuhan daerah lainnya yang cenderung melambat.

“Dengan angka 15,38 persen, Konawe jadi penyeimbang pertumbuhan di Sultra. Inilah yang membuat daerah kita jadi istimewa,” jelasnya.

Politisi Partai Nasdem itu menambahkan, di awal menjabat bupati pendapatan perkapita Konawe hanya 19,4 juta pertahun. Saat ini dengan bangga ia menerangkan kalau pendapatan perkapita warga Konawe pertahunnya telah mencapai 34 juta.

“Data ini bukan kita yang karang. Tetapi penilaian secara independen dari BPS RI. Inilah pentingnya kita bisa memahami angka-angka agar kita tahu tujuan pembangunan kita,” pungkasnya. *

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here