Dua Periode Menjabat, Inilah Prestasi KSK Selama Pimpin Konawe

0
681

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa melakukan ekspos kinerja selama memimpin Kabupaten Konawe yang telah dicapai sembilan tahun bersama mendiang almarhum Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, di salah satu Hotel di Unaaha, Kamis (2/3/2023).

Ekspose kinerja Bupati Konawe selama memimpin dari 2014 hingga 2023 ini, di hadiri Kepala Bappeda Sultra J Robert, Kepala BPS Sultra Agnes Widiastuti, serta jajaran Forkopimda. Serta ratusan Kepala Desa yang ada di 28 Kecamatan di Kabupaten Konawe. Ekspos tersebut diawali dengan pertunjukan tarian dari berbagai suku bangsa yang ada di Sulawesi Tenggara.

Ekspos satu dekade kepemimpinan KSK ini, mengantarkan Konawe melesat menuju kegemilangan dan menjadi lokomotif untuk Sultra Maju. Tentu, prestasi yang membanggakan yang berhasil ditorehkan tersebut, merupakan kerja keras dirinya bersama mendiang almarhum Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara.

Ketgam: Suasana pagelaran Ekspose kinerja Bupati Konawe selama memimpin dari 2014 hingga 2023.

 

Tiga filosofi pembangunan seorang KSK, yang pertama kesejahteraan, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan SDM. Tujuan pembangunan KSK sesuai hakekat undang-undang otonomi untuk mewujudkan kemandirian, daya saing dan pelayanan publik.

“Saudara harus mengetahui bahwa ada empat pilar berdirinya Sulawesi Tenggara. Yang pertama, Konawe (Kendari), Kolaka, Buton dan Muna. Jadi Kabupaten Konawe adalah tiang utamanya Sulawesi Tenggara. Kita ini plat A,” ungkap KSK saat memaparkan Ekspos Kinerja dihadapan ribuan tamu undangan.

KSK memaparkan, “GEMILANG” atau gerbang membangun masyarakat mandiri, berkelanjutan dan berdaya saing, salah satunya menekankan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan melalui upaya mendorong investasi pada sektor-sektor strategis daerah dan pemanfaatan potensi unggulan daerah untuk mewujudkan daya saing yang handal.

Tingginya nilai investasi di Kabupaten Konawe, merupakan keberhasilan Pemerintah Kabupaten yang patut diapresiasi masyarakat Konawe. Tiga lapangan usaha penyumbang PDRB terbesar yakni industri pengolahan 28,16 persen , pertanian/perkebunan 23,33 persen dan konstruksi 11, 57 persen.

Ketgam: Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat menyerahkan penghargaan kepada salah satu pimpinan perusahaan yang taat bayar pajak.

Sedangkan peningkatan proporsi komponen PAD dari total pendapatan daerah Kabupaten Konawe tahun 2013 hingga tahun 2022 meningkat secara signifikan.

Saat menyampaikan sebutannya, KSK merasa haru. Sehingga diakhir-akhir masa jabatannya di periode kedua ini, ia menyampaikan terima kasih kepada para pendiri dan pendahulu Kabupaten yang telah memberikan bakti terbaiknya. Karena berkat pemimpin sebelumnya hingga ia bisa seperti sekarang ini.

“Saya dan kita semua adalah bagian dari yang melanjutkan lembaran yang telah diukir oleh pendahulu kita,” ujarnya.

Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu, menuturkan, kesuksesan dalam memimpin Konawe dengan melangkah sejauh ini tidak lepas dari komitmen dan konsistensi dalam menjalankan strategi yang telah dibangun bersama.

“Sering kali saya sampaikan, kita harus memastikan masyarakat bisa makan, yang bermakna sebagai komitmen untuk membangun kesejahteraan ekonomi, bisa sekolah dan masyarakat kita sehat,” papar KSK.

Bupati dua periode juga ini mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi selalu yang terbaik dalam limat tahun terakhir, bahkan pada tahun 2022 ini Kabupaten Konawe tumbuh jauh melampaui daerah lainnya.

KSK bilang, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi pertumbuhan ekonomi Konawe semakin membaik, hingga menjadi penopang perekonomian Sultra hingga nasional.

“Perkapita penduduk signifikan hingga 34 juta perperkapita pertahun, angka kemiskinan sudah bisa kita tekan hingga 12,57 persen. Rasio Kabupaten Konawe di bawah rata- rata gini rasional,” ungkapnya.

Politisi yang juga digadang gadang sebagai bapak pembangunan ini menyampaikan, untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Konawe telah mencapai 72,04 persen, dengan status IPM tinggi.

Ketgam: Penerima Penghargaan taat ajak yang diberikan langsung oleh Pemkab Konawe.

Tingkat partisipasi angkatan kerja telah mencapai 70 persen. Dan pada tahun 2019, Konawe keluar dari daerah tertinggal. Sedangkan opini BPK terhadap LKPD Kabupaten Konawe selama tujuh tahun berturut-turut memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Masih kata KSK, dalam kurun waktu 10 tahun, telah banyak penghargaan dan prestasi yang diberikan dalam pengelolaan penyelanggaraan pemerintahan. Bahkan, cita-cita dirinya bersama mendiang almarhum Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara akan mengembalikan marwah tanah kerinduan Kabupaten Konawe di pentas nasional. Dan itu semua telah ia tuntaskan. Sehingga Konawe menjadi lokomotif bagi terwujudnya Sultra Maju.

Ditengah sambutannya, KSK kembali memaparkan lima investasi besar yang sudah masuk Konawe, yakni Kawasan Industri Konawe (KIK) Kecamatan Morosi Morosi, Konawe Industrial Park (KIP) yanga ada di Kecamatan Kapoiala, Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP) di Kecamatan Routa, Tiga Sekawan Resource (TSR) di Kecamatan Amonggedo dan beberapa Investasi Perkebunan Kelapa Sawit.

Investasi di KIK Morosi berjumlah Rp 85 T, investasi di KIP Kapoiala berjumlah Rp 60 T, investasi di IKIP berjumlah Rp 75 T, investasi di TSR Amonggedo berjumlah Rp 1 T, dan investasi pada sektor perkebunan kelapa sawit sebesar Rp 282 M.

Jumlah tenaga kerja di Morosi sebanyak 24.000 Orang (40% tenaga kerja asal Konawe). Investasi untuk industri yang berada dikawasan morosi sebesar 85 triliun rupiah.

“Dalam waktu dekat, akan ada lagi investasi besar di Kecamatan Kapoiala yakni Industrial Park Kapoiala. Dari lima investasi ini, yang berpotensi membuka lapangan kerja yaitu investasi Industrial Park dengan berpotensi 100.000 orang pekerja. Investasi untuk beberapa kawasan industri Kapoiala sebesar 4 miliar US dollar atau setara 60 triliun,” pungkas KSK.(Red/LS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here