Sok Jago Bisa Tangkis Busur, Pemuda Asal Kendari Dilarikan Ke Rumah Sakit

0
984

LINTASSULTRA.COM | KONUT – Kepolisian Resort (Polres) Konawe Utara (Konut) terus mendalami kasus tertancapnya mata busur di dada Muhammad Farhan yang merupakan warga Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada, Senin (12/12/2022).

Saat ini, Muhammad Farhan dalam perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Abunawas Kota Kendari.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Konut, AKBP Muh Fathul Ulum, S.IK melalui Kapolsek Lasolo Iptu Gema Brajaksono mengatakan berdasarkan pengakuan Muhammad Farhan kepada polisi, dirinya hendak menemui kerabatnya yang berada di Pasir Panjang Boenaga, Kecamatan Lasolo Kepulauan dengan berjalan kaki, tiba-tiba muncul dua orang yang tidak di kenal menggunakan motor trail.

“Menurut pengakuan korban, seketika itu pula anak busur langsung menempel di dada sebelah kiri korban dan pelaku yang menggunakan motor langsung melaju keluar kampung,” kata Kapolsek Lasolo.

Lanjutnya, korban juga mengatakan, pada saat mengetahui mata busur telah menempel di dadanya, dirinya kemudian berteriak meminta tolong. Tak lama kemudian, masyarakat sekitar datang menghampirinya dan selanjutnya membawa korban ke Puskesmas Boenaga Desa Waturambaha untuk dilakukan tindakan medis.

Iptu Gema Brajaksono juga menerangkan, setelah dibawa ke Puskesmas Boenaga, korban kemudian di pindahkan ke RS Kabupaten Konut, namun berhubung peralatan medis yang kurang memadai, Korban selanjutnya dirujuk ke RS Abunawas.

“Pada pukul 01.30 Wita, korban dirujuk ke RS Abunawas Kota Kendari,” bebernya.

Kapolsek Lasolo mengungkapkan, setelah meminta keterangan terhadap tiga orang saksi yakni Supriadin, Nasir dan Fhito, namun terdapat perbedaan keterangan dari korban maupun saksi.

Dengan demikian, Kapolsek Lasolo menegaskan bahwa pihaknya tetap akan melakukan pendalaman terkait perbedaan keterangan saksi-saksi dan korban.

“Dengan adanya perbedaan Kronologis kejadian yang di ceritakan antara saksi-saksi dan korban dimungkinkan korban takut menceritakan kejadian sebenarnya kepada keluarganya,” tutupnya.

Sementara itu, saat dimintai keterangan, Supriadin menjelaskan jika Farhan membusur dirinya sendiri.

“Pada waktu sampai di RS Kabupaten Konut, korban menyampaikan kepada saya bahwa korban membusur anjing namun Mata busur tersebut kembali mengenai Korban,” jelas Supriadin merupakan warga Waturambaha.

“Dia juga bilang, jangan mi permasalahkan, sy punya salah sendiri ji,” ucap Supriadin.

Namun yang menarik, Fitho yang merupakan kerabat korban menuturkan, dirinya dan Nasir sebelumnya melihat Muhammad Farhan sedang membidik pohon kelapa, setelah melepaskan bidikannya ke pohon tersebut dua kali, kemudian Muhammad Farhan menyuruh Fitho untuk membidiknya, namun Fitho menolak karena takut.

Setelah dipaksa beberapa kali dengan alasan bahwa Muhammad Farhan dapat menangkis mata busur karena telah terbiasa, Fitho masih ragu dan terus menolak permintaan Farhan.

“Tidak apa-apa ji nanti saya tangkis,” kata Fitho meniru pembicaraan Farhan saat dimintai keterangan.

Kemudian Muhammad Farhan terus memaksa Fitho sembari memberikan busur untuk membidiknya

“Dia bilang nanti saya pakekan ini baju untuk menangkis busur itu, tidak lama kemudian saya membidik busur tersebut namun saya menariknya tidak terlalu kuat dan mengarahkan nya kearah korban dan setelah saya melepas busur tersebut dan ternyata mengenai dada korban sebelah kiri,” kata Fitho.

Setelah melepaskan mata busur tersebut, Fitho terkejut dan bingung, Fitho kemudian melihat Farhan menghampirinya dalam keadaan berdiri.

Tak lama kemudian, lanjut Fitho, kemudian warga yang bernama sidik menghampiri Farhan dan kemudian memapahnya kedalam rumah lalu membaringkannya kedalam kasur.

“Dan adik saya yang bernama Nabil langsung membangunkan bapak saya yang lagi tidur dan langsung pergi mencari mobil untuk mengantar nya ke puskesmas,” tandasnya.

Sementara itu, dihadapan polisi, Nasir mengatakan sekitar pukul 10.00 Wita, dirinya kaget karena menemukan Farhan terbaring di tempat tidur di rumahnya.

“Dia bilang tolong cabutkan, dan saya bilang saya takut, kemudian saya mencari Supriadin untuk membantu mebawa Farhan Ke Puskesmas Lasolo Kepulauan,” tutup Nasir.(Red/LS).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here