Jelang Pembukaan Porprov, Ini Alasan Dua Pelabuhan di Sultra Macet Total

0
3691

LINTASSULTRA.COM | KENDARI — Jelang pembukaan Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang akan digelar di Buton dan Bau-bau, pada Sabtu (26/11/2022), dua pelabuhan macet total.

Berdasarkan pantauan awak media, pengguna jasa penyebrangan di dua pelabuhan yakni di Amolengo dan Wamengkoli, ratusan kendaraan yang akan menyebrang ke Buton dan Bau-bau mengalami antrian panjang.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, Muhammad Rajulan menjelaskan, terjadinya antrian panjang di dua pelabuhan diakibatkan kurangnya armada yang mengangkut para kontingen Porprov XIV di Bau-Bau dan Buton.

Kata dia, Sementara kemampuan armada di penyebrangan tidak mampu mengangkut pengguna jasa sekaligus karena di Pelabuhan Amolengo dan Wamengkoli hanya ada dua armada yang siap beroperasi.

“Kabupaten di daratan yang mengirimkan kontingennya dalam jumlah besar mulai dari 500 orang, 700, dan ada yang sampai 1000 orang,”ujar Kadis Perhubungan.

Lanjut Muhammad Rajulan, agar seluruh kontingen sampai ke tempat tujuan sebelum pembukaan, pihaknya menambah trip atau waktu pengangkutan para kontingen.

“Jadi antisipasi kita sekarang ini menambah trip dan sekarang saya sudah instruksikan kepada seluruh staf saya, sebagai komitmen kami dengan pihak ASDP bahwa armada yang sebelumnya beroperasi sampai jam 19.00 Wita itu kita operasikan 24 jam untuk semua pelabuhan termasuk Amolengo,” bebernya.

Muhammad Rajulan juga mengungkapkan, sejak terjadinya antrian panjang di dua pelabuhan tersebut, seluruh staf dan karyawan pelabuhan masih memberikan pelayanan semaksimal mungkin.

“Seluruh pegawai pelabuhan tidak ada yang tidur sejak kemarin malam,” katanya.

Terkait penambahan armada, Kadis menjelaskan, dari pihak ASDP saat ini tidak mempunyai persiapan armada cadangan.

“Kalau ada armada cadangan kan bisa di pake, ini tidak ada, jadi satu-satunya cara hanya menambah trip.

Sedangkan trip di pelabuhan, Kadis perhubungan Provinsi Sultra menjelaskan, kalau di pelabuhan sebelumnya hanya lima trip yang biasanya berakhir sampai jam 16.00 Wita, kini ditambah sampai 24 jam.

Ia berharap, pihak pengguna jasa harus dapat mengerti kondisi yang terjadi saat ini, pihak perhubungan akan terus berupaya memaksimalkan pelayanan pengangkutan sebaik mungkin

“Kalau ada gesekan-gesekan tolong kita bersabar lah dan jangan sampai terjadi keributan,”

Ia juga mengimbau kepada seluruh penumpang kapal, dalam kondisi seperti ini harus mengikuti peraturan yang ada, bersabar, dan hindari untuk membeli tiket dari calo Karna pembengkakan biayanya besar.

Ia juga menyarankan agar penumpang kapal membeli tiket di loket resmi atau kepada pegawai pelabuhan yang bertugas karena tiketnya jauh lebih murah dari pada melalui calo. (Red/Inal).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here