Diduga Lakukan Pengrusakan Kawasan Hutan, Gerak Sultra Adukan Kades Titiowa ke Polres Konawe

0
666

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat (Gerak) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadukan Kepala Desa Titiowa, Kecamatan Latoma atas dugaan pengrusakan kawasan hutan ke Polres Konawe.

Surat Aduan dengan nomor 49/DPC/LSM-Gerak/IX/2022 diserahkan langsung oleh ketua Pimpinan cabang Konawe Gerak Sultra ke Unit Tindak Pidana Umum (Tipidum), Jumat (16/9/2022).

Dalam aduannya, Mursalim mengungkapkan, Kepala Desa Titiowa diduga melakukan tindak pidana pengrusakan kawasan, penggunaan kawasan hutan tanpa izin, serta pembangunan jalan pada tahun 2020 sepanjang 2100 meter yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Dugaan tindak pidana yang kami maksud adalah kepala Desa Titiowa diduga membangun jalan dalam kawasan hutan lindung,” jelasnya.

Lanjut Mursalim, membangun jalan dalam kawasan hutan tersebut telah melanggar Undang-undang RI nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja. Kata dia, selain itu, peraturan tersebut juga telah dipertegas dalam peraturan pemerintah RI nomor 24 tahun 2010 tentang penggunaan kawasan hutan dalam pasal 4 dan 1.

“Penggunaan kawasan hutan hanya dapat dilakukan untuk kegiatan yang mempunyai tujuan strategis seperti jalan umum, jalan tol dan rel kereta api,” ujarnya.

Selain itu, Mursalim juga menuturkan, dalam Undang-undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan kawasan hutan dalam pasal 11 ayat 1 bahwa, perbuatan pengrusakan hutan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang meliputi pembalakan liar atau penggunaan kawasan hutan secara tidak sah yang dilakukan secara terorganisasi.

“Kami meminta kepada bapak Kapolres Konawe untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas dugaan tindak pidana pengrusakan kawasan hutan tanpa izin dan dugaan tindak pidana pembangunan jalan yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tutupnya. (Red/Inal).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here