Dikbud Konawe Serahkan Penghargaan Kepada Sembilan Guru

0
328

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Sembilan guru mendapat penghargaan yang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe sebagai guru penggiat literasi pendidikan luar sekolah ditingkat PAUD.

Penghargaan diserahkan tepat di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang di selenggarakan pada, jumat (13/5/2022).

Mewakili Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, Asisten II Taharudin Saranani yang didampingi Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Suryadi menyerahkan penghargaan tersebut kepada sembilan guru yakni, Halu sebagai penilik pendidikan kesetaraan Ahkam sebagai penggiat literasi,
Misrayati pengelola PKBM Inolobungadue Jumiati sebagai tutor paket C PKBM cahaya ilmu, Raslian sebagai tutor paket B PKBM Anamolepo, Lili tutor paket B PKBM Langandobu, Desri Rahayu Ningsi sebagai tutor paket B PKBM Anawonua, Robin Candra sebagai tutor paket A PKBM, Inea Sinumo dan Frima Dewi sebagai kepala TK Morini Kecamatan Sampara.

Selain penyerahan penghargaan, Taharudin Saranani juga menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba vidio pembelajaran tingkat TK, SD dan SMP, pemenang lomba cabor bola gotong, dan futsal yang digelar dalam rangka peringatan Hardiknas.

“Momen Hardiknas ini kami berharap kepada seluruh guru di Konawe, mari mendukung konsep merdeka belajar yang telah digagas oleh pemerintah pusat melalui menteri Pendidikan Riset dan Teknologi, kita harus segera melaksanakan karena ini adalah jawaban kendala-kendala kita dalam masa pandemi,”ujar Suryadi.

Lanjut Suryadi, untuk saat ini sejak di penghujung 2021 sampai tahun 2022, hampir seluruh sekolah yang berada di Konawe sudah melakukan pembelajaran tatap muka.

“Anak-anak kita tidak perlu khawatir dengan tes kelulusan karena asesmen nasional yang sekarang kita gunakan, hal ini tidak bertujuan untuk menghukum guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar, dan kepala sekolah terus termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari dosa besar pendidikan,” tutupnya.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here