Wujudkan Program Seratus Hari Kerja, Camat Kambowa Himbau Guru Larang Anak SD Joget

0
433

LINTASSULTRA.COM | Butur – Progam seratus hari kerja Camat Kambowa Amrin, S.Pd, M.Si berupa pembersihan lingkungan, penataan administrasi serta pembinaan dan pelayanan sosial kemasyarakatan benar-benar di wujudkan.

Setelah sukses melakukan pembersihan pada sejumlah fasilitas pemerintah di kecamatan, camat kembali mengintruksikan kepada para kepala desa di wilayahnya untuk melaksanakan kegiatan pembersihan di desa masing-masing.

Pembersihan di mulai dari fasilitas pemerintah desa seperti kantor, masjid dan sejumlah fasilitas lainnya.

Terbaru program camat adalah pembersihan pinggir jalan dari Desa Bubu, perbatasan Kecamatan Kambowa dengan Kecamatan Bonegunu sampai Desa Mata yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton.

Camat Kambowa yang ditemui jurnalis Lintassultra.com usai memimpin rapat koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat Desa Pongkowulu, Sabtu (14/5) mengatakan, untuk mensukseskan program seratus hari kerjanya itu maka setiap kesempatan khususnya pada rapat koordinasi dengan pemerintah desa terus memberikan instruksi dan penegasan kepada para kepala desa.

Kata Amrin, selain pembersihan lingkungan, pembinaan dan pelayanan sosial kemasyarakatan juga masuk dalam agenda utama seratus hari kerjanya. Progam itu menjadi poin utama penekanan yang disampaikan dalam rapat kordinasi dihadapan pemerintah dan masyarakat Desa Pongkowulu.

Salah satunya adalah himbauan kepada orangĀ  tua dan guru serta para kepala sekolah dasar (SD) agar melarang anak muridnya mengikuti kegiatan hiburan berupa DJ atau joget.

Menurut Camat kegiatan hiburan DJ dan joget yang melibatkan anak-anak murid SD itu bisa memicu atau merusak perkembangan mental generasi ke depan.

“Himbauan ini penting untuk saya sampaikan karena merupakan bagian dari tugas camat selaku kepala wilayah dalam upaya melakukan deteksi atau pencegahan dini terhadap perkembangan mental generasi muda di Kecamatan Kambowa,” ujar Amrin yang juga mantan kepala desa.

Ditambahkan, seluruh agenda kegiatan yang masuk dalam program kerja seratus hari itu jika sudah tiba waktunya akan dievaluasi untuk dapat mengukur sejauh mana tingkat partisipatif dan kepatuhan pemerintah dan masyarakat di wilayahnya.

Dalam setiap penegasan untuk mensukseskan program seratus hari kerjanya, sasaran utama penekanan sekaligus sebagai ujung tombak adalah aparat di tiap-tiap desa. Alasannya karena mereka telah digaji oleh pemerintah kabupaten sehingga harus bekerja ekstra dalam membantu mensukseskan program pemerintah daerah.(Red/Dit).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here