Lanjutkan Visi Misi Bupati Konawe, Dinas Peternakan Bakal Lakukan Program Inseminasi Buatan dan Penen Pedet Sapi PO

0
49

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Program Sejuta Ekor Sapi yang merupakan Visi Misi Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa dan di laksanakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe saat ini mulai menuai hasil.

Program yang digagas sejak 2018 tersebut pada tahun 2022 mendatang bakal dilakukan program inseminasi buatan untuk memperbaiki mutu genetika ternak sehingga dapat lebih meningkatkan kelahiran serta kesehatan jenis Sapi Peranakan Ongole yang menjadi Program utama Kery Saiful Konggoasa.

Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan Jumrin menuturkan, Program inseminasi buatan tak lain untuk memperbaiki genetik dan kelahiran sehingga lebih baik dan selanjutnya akan dilakukan perbaikan sarana dan prasarana pakan ternak dalam hal ini penghijauan pakan ternak.

Ketgam: Sapi Peranakan Ongole yang menjadi program pemerintah Konawe dalam mewujudkan sejuta ekor sapi.

“Kami akan mecoba inovasi untuk memanfaatkan limbah-limbah pertanian pangan seperti jerami, dedak, dan sawit akan kita olah menjadi pakan ternak,” Ujar Jumrin, Rabu (24/11/2021).

Jumrin mengungkapkan populasi ternak di Konawe saat ini mencapai 62 ribu ekor, namun untuk seribu ekor sapi bantuan dari Program Sejuta ekor sapi masih tersisa 73 persen tetapi dari 73 persen sudah sekitar 300 indukan yang berhasil melahirkan.

“40 persen masih dalam penjajakan apa mungkin masih ada kekurangan keterampilan dari petani yang merawat atau kekurangan dari instansi kami terkait pelayanan,” kata Jumrin.

Ketgam: Tim penyuluh Dinas Peternakan saat memantau dan mengecek kesehatan Sapi PO.

Lanjut Jumrin, tetapi 40 persen sapi yang masih dalam penjajakan tersebut telah dilakukan perawatan maksimal.

Ia juga menjelaskan Pihaknya telah menurunkan 20 orang petugas untuk memantau langsung ke lapangan, namun ia mengakui mereka juga terkendala peralatan yang masih terbatas, serta jarak antara petugas ke peternakan petani juga menjadi kendala.

Sedangkan 27 persen lainnya, Jumrin menerangkan jika ada beberapa sapi yang terkena penyakit sehingga mati, karena diketahui memang sapi tersebut rentan terkena penyakit. Untuk sapi yang hilang, pihaknya meminta surat keterangan hilang dari pihak kepolisian untuk membuktikan apa benar sapi itu hilang, namun jika sapi itu dijual maka masyarakat akan disuruh ganti.

Ketgam: Salah satu Indukan Sapi PO.

“Dari ke 73% tersebut, kami sampai saat ini masih terus membantu masyarakat dalam perawatan, kami juga melihat sapi yang di berikan kepada petani yang betul-betul ingin beternak itu hasilnya sangat memuaskan bahkan berat sapi yang diunggulkan untuk saat ini mencapai 800 kg.”katanya.

Lanjutnya, untuk kesehatan sapi saat ini, pihak dinas peternakan masih memantau dan ikut terlibat dalam perawatan sapi.

Rencananya tahun 2022 kami akan mengadakan panen pedet dari sebagian hasil Program Sejuta Ekor Sapi, namun kami masih terkendala anggaran,” pungkasnya. (Red/Inal).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here