Pemkab Konawe Ikuti Gelar Sarasehan di Mako Polres Konawe

0
66

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menghadiri gelar Sarasehan, yang diselenggarakan Kepolisian Resort (Polres) Konawe pada, Rabu (29/9/2021).

Kegiatan tersebut yang dirangkaikan dengan Diskusi serta Deklarasi damai digelar di Aula Markas Komando (Mako) Polres Konawe dan turut hadir pula Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Organisasi Adat, organisasi mahasiswa, Mahasiswa dan pelajar.

Sekretaris daerah (Sekda) Konawe Ferdinand Sapan dalam sambutannya mengatakan Disintegrasi bangsa disebabkan beberapa hal yaitu terkait dengan internal yakni perilaku atau persepsi terhadap sesuatu yang kemungkinan berbeda dengan persepsi pada umumnya.

Ketgam: Kapolres Konawe Bersama Pemda Konawe saat acara Gelar Sarasehan yang dilaksanakan pada, Rabu 29 September 2021 di Mako Polres Konawe.

Kemudian Akibat kultural dimana pandangan Kelompok terhadap budaya lingkungan sosial yang Membuat berbeda terhadap pandangan pada umumnya.

Selanjutnya, akibat struktural yang didalam ada tanggungjawab pemerintah, Karena kesenjangan Ekonomi, Kesenjangan Sosial, dan kebijakan-kebijakan yang tidak di legitimasi Masyarakat pada umumnya.

“Penyebab ketiga ini, yang bisa sebentar kita diskusikan. Sehingga bisa kita carikan solusi bersama,” jelas Ferdinand Sapan.

Ketgam: Peserta yang Sarasehan saat mengikuti Diskusi serta Deklarasi damai.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Konawe, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wasis Santoso, S.IK mengatakan Kegiatan Sarasehan sekaligus Deklarasi damai ini, dilaksanakan di seluruh Polres di wilayah Polda Sulawesi tenggara.

“Kami berharap dengan adanya acara ini semoga berjalan lancar dan aman untuk Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban masyarakat (Kamtibnas) yang kondusif di wilayah kabupaten Konawe,” Ucap Perwira dengan dua melati di pundak.

“Ini kuncinya, Konawe yang aman, Konawe yang kondusif. Kita ciptakan di konawe ini satu keluarga besar karena saya sudah merasa bagian dari keluarga besar kabupaten Konawe,”sambungnya.

Mantan Kapolres Buton Utara tersebut juga mengajak semua elemen masyarakat baik itu organisasi masyarakat, organisasi adat, organisasi mahasiswa serta sebagainya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Mari kita bersama-sama menjaga rasa persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di kabupaten Konawe,” Kata Wasis Santoso

Setelah pembukaan, kegiatan di lanjutkan dengan pembawaan materi, yang dibawakan oleh Sulsalman Moita dan Kapolres Konawe.

Sulsalman Moito, menyampaikan materi tentang Pentingnya pembauran membentuk harmoni bangsa, Untuk masyarakat Indonesia yang religius, humanis, patriotis dan demokratis dalam bingkai kebhinekaan.

Sedangkan, Kapolres Konawe membawakan materi tentang merawat harmoni dan merajut kebhinekaan dalam perbedaan guna menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan, diskusi dan selanjutnya semua yang hadir sepakat untuk deklarasi damai demi mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Konawe.

Ketgam: Deklarasi damai, yang dibacakan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, H. Ardin.

Deklarasi damai, yang dibacakan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, H. Ardin berbunyi :

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa pada hari ini tanggal dua puluh sembilan September dua ribu dua puluh satu, Pemerintah dan kerukunan suku yang ada bersepakat dan mendeklarasikan:

1. Memperkokoh kerukunan dalam bingkai kebhinekaan negara kesatuan republik Indonesia
2. Musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan masalah sosial, demi terciptanya Kamtibmas yang kondusif
3. Saling menghormati dan menghargai perbedaan adat dan suku
4. Tidak terpengaruh oleh provokasi pemberitaan yang tidak benar yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa
5. Menolak tindakan melanggar hukum, anarkisme, intoleransi, radikalisme dan terorisme.
6. Berperan dalam mendukung penegakkan hukum demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dan penutupan dilakukannya penandatanganan Deklarator oleh seluruh peserta yang hadir. (Red/LS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here