Cegah Peredaran Narkoba, Wabub dan Kapolres Konawe Resmikan Program Kampung Tangguh

0
201

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Wakil Bupati (Wabup) bersama Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Konawe, meresmikan program Kampung Tangguh bebas narkoba yang diselenggarakan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Sulawesi Tenggara pada, Kamis (8/7/2021).

Turut hadir dalam sosialisasi tersebut yakni, Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe DR. Ferdinand Sapan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Puluhan Warga Kelurahan Tuoy.

Dalam sambutannya, Gusli Topan Sabara yang akrab disapa GTS menuturkan sebagai masyarakat kita wajib memerangi narkoba dan masyarakat pula ikut bertanggung jawab mengawasi keluarga serta wajib memerangi narkoba baik di dalam keluarga, kerabat dan lingkungan tempat kita tinggal.

Ketgam: Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara saat memberikan sambutan dala peresmian Kampung Tangguh Bebas Narkoba di Kelurahan Tuoy.

“Tanggung jawab memerangi narkoba sebaiknya jangan dibebankan sepenuhnya kepada pihak kepolisian, tetapi kita juga wajib memerangi dan menjaga keluarga kita dari bahaya narkoba,” papar GTS.

Selain itu, lanjut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengatakan setiap rumah tangga harus berperan penting dalam mencegah terjadinya peredaran narkoba baik dilingkup rumah tangga maupun di kelurahan.

“Jika keluarga ikut membantu, maka peredaran narkoba di daerah yang kita cintai dapat dicegah, dan yaang berperan penting dalam mencegah ketahanan terhadap narkoba adalah ibu-ibu, karena hampir 60% ibu-ibu selalu ada di rumah sehingga dengan waktu yang banyak terhadap keluarga dapat mengawasi serta memberikan penjelasan terkait bahaya narkoba,” Katanya.

Wakil Bupati Konawe juga berharap kepada seluruh keluarga yang menghadiri sosialisasi ini agar agar dapat melakukan ketahanan keluarga terhadap bahaya narkoba secara dini.

“Jika sudah terjadi kelainan atau efek dari penggunaan narkoba terhadap keluarga kita, maka segera laporkan agar dapat dilakukan pembinaan atau rehabilitasi, namun jika ada gejala terhadap keluarga yang bukan saja menggunakan tetapi mengedarkan maka harus segera dilaporkan secepat mungkin agar keluarga kita dapat dilakukan tindakan sehingga tidak berdampak efek domino kepada masing-masing rumah tangga yang berada di kelurahan Tuoy ini,” tandasnya.

Ketgam: Kapolres Konawe saat memaparkan kepada masyarakat terkait Program Kampung Tangguh.

Sementara itu, Kapolres Konawe, AKBP. Wasis Santoso, S.IK mengatakan program yang dilaksanakannya itu merupakan perintah dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk mencegah peredaran narkoba yang kini marak terjadi di seluruh Indonesia meski dalam situasi pandemi Covid-19 .

“Kasus seperti ini bukan lagi hal yang klasik akan tetapi sudah menjamur atau merasuki para generasi-generasi muda, seperti sabu-sabu, ekstasi, ganja dan lainnya, ini merupakan sesuatu yang dilarang, dan jangan sampai barang Narkoba tersebut dapat merusak generasi-generasi yang ada di Konawe ini,” Jelas mantan Kapolres Buton Utara tersebut.

Ia juga menerangkan jika narkoba tidak memandang usia, menurutnya semua bisa terkena dan terpengaruh, ia mengingatkan agar hal tersebut jangan sampai terjadi.

Perwira menengah dua melati dipundak tersebut mengungkapkan dalam rentang waktu dari bulan Januari sampai Juni tahun 2021 tercatat ada 21 kasus Narkoba yang ditangani Satresnarkoba Polres Konawe.

“Dari 21 Kasus itu yang sudah terungkap dan masih banyak lagi yang belum terungkap, dan dalam kurung waktu enam bulan itu telah membuktikan maraknya peredaran Narkoba terjadi di Konawe,” tuturnya.

 

Lanjutnya, masih banyak kasus-kasus yang belum bisa terungkap mengingat di wilayah Konawe sendiri ini sangat cukup luas dan besar kemungkinan akan terjadinya peredaran Narkoba itu.

“Masyarakat Konawe harus tetap waspada, jangan sampai barang haram tersebut dapat merasuki generasi muda kita, terutama, anak-anak, saudara ataupun tetangga kita,” tegasnya.

Ketgam: Suasana saat sosialisasi Kampung Tangguh Bebas Narkoba di Kelurahan Tuoy.

“Dengan adanya Kampung tangguh ini, kita dapat mengawasi dan melihat pergerakan peredaran Narkoba yang ada di Konawe ini,” tambahnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Konawe jika mendapat informasi terkait penyalahgunaan narkoba agar segera dilaporkan kepada pihak berwajib untuk segera ditindak lanjuti.

“Masyarakat bisa melaporkan hal tersebut melalui kampung tangguh ini, nanti pihak kami memberikan kontak pengaduannya maupun melalui medsos,”himbaunya.

Ia juga memberitahukan kepada masyarakat, jika program kampung tangguh bukan saja dilaksanakan di Kelurahan Tuoy, namun kedepannya akan dilaksanakan di setiap kampung-kampung lain yang berada di Kabupaten Konawe.

“Ini hanya sebagian contoh saja, nanti disetiap daerah ada kampung tangguhnya, dan ini sala satu projects dari Kasatnarkoba sendiri,” Tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here