Kehilangan Jembatan Gantung, Warga Walay Kembali Gunakan Rakit

0
1262
Ketgam: Rakit yang digunakan warga Walay menyebrangi sungai menuju ke sawah mereka dan sebagai akses penghubung ke Desa SPB, Kecamatan Tongauna.

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Jembatan gantung yang pernah dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Walay, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara telah raib akibat terbawa banjir pada tahun 2019 lalu.

Jembatan tersebut merupakan akses warga menuju ke sawah mereka, selain itu dijadikan pula tempat wisata masyarakat di Desa Walay.

Menurut keterangan Kepala desa Walay, Abidin mengatakan dengan tidak adanya jembatan gantung tersebut, petani yang berada di Walay itu sangat kesulitan untuk menyebrang dan akses yang digunakan warga saat ini hanyalah rakit dengan seutas tali tambang yang bermuatan maksimal dua orang saja.

Ketgam: Jembatan gantung yang terletak di Desa Walay, Kecamatan Abuki, Konawe sebelum tersapu arus sungai yang terjadi 2019 lalu.

“Selain digunakan untuk ke sawah, jembatan tersebut merupakan akses penyebrangan menuju Desa SPB Kecamatan Lalonggowuna,” Tutur Abidin saat diwawancara awak media di kediamannya, Rabu (23/6/2021).

Kepala Desa Walay menjelaskan pembangunan jembatan gantung yang dibangunnya itu bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2017 dan selesai di tahun pertengahan tahun 2018.

Kata Ia, setelah setahun di pergunakan warga, jembatan tersebut ikut terbawa arus sungai akibat banjir besar dan banyaknya batang kayu yang terbawa arus sehingga tersangkut di jembatan itu.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin, bahkan ada warga yang mencoba memotong kayu tersebut menggunakan alat pemotong kayu namun mereka tidak mampu karena banyaknya kayu yang hanyut terlebih lagi air pada waktu itu sangat tinggi,” ungkapnya.

Mengenai pembangunan jabatan tersebut, Abidin telah menyerahkan kepada teknisi terkait ketinggian jembatan dan apa bila terjadi banjir jembatan tersebut tidak terkena arus sungai.

“Pembangunan jembatan itu sudah sesuai prosedur RAB, dan pada waktu pembangunan jembatan pihak TNI Polri bahkan dari Kejaksaan pun ikut mengawasi,” katanya.

Lanjut Abidin, untuk lokasi titik pembangunan jembatan tersebut berdasarkan hasil keputusan bersama warga. Karena sebelumnya pihaknya meminta agar pembangunan jembatan dilakukan di atas bendung tapi tidak ada izin dari Balai Wilayah Sungai.

“Kalau titik pembangunan jembatan gantung itu berdasarkan hasil keputusan warga,”ucapnya.

Untuk kedepannya, Kepala Desa Walay bakal merencanakan ulang pembuatan jembatan gantung agar warganya perlu lagi menggunakan rakit.(Red/Inal).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here