Manipulasi Keterangan Hasil Swab, Direktur BLUD RS Konawe: Sudah Ada yang Kami Curigai

0
1682

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Terkait dugaan manipulasi keterangan hasil swab di lingkup Badan Layanan Umum Daerah (BLID) Rumah Sakit (RS) Konawe dari positif menjadi negatif mencuat ke permukaan. Tak tanggung-tanggung tarifnya mencapai jutaan.

Indikasi ini bermula dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra terhadap salah seorang dokter di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra soal dana Covid-19. Kemudian, indikasi mengarah ke BLUD RS Konawe soal transaksi pemalsuan dokumen hasil swab PCR.

Kebenaran informasi ini pertama kali ditanggapi salah seorang karyawan di BLUD RS Konawe, ia mengakui benar ada dugaan manipulasi yang dilakukan di lingkup BLUD RS Konawe oleh oknum petugas laboratorium yang bekerjasama dengan seorang dokter.

Dalam keterangannya, ia menjelaskan jika oknum dokter yang melakukan manipulasi sudah tidak bekerja di BLUD RS Konawe. Pihak BLUD pun sudah mengantongi dokumen serta pelaku pemalsuan hasil swab.

Hasil penelusuran, transaksi pemalsuan hasil swab ini diperuntukkan untuk kalangan pengusaha atau karyawan tambang untuk kepentingan pekerjaan.

Sementara itu, Direktur BLUD RS Konawe dr. Agus Lahida, MMR mengatakan, benar adanya ulah oknum yang memalsukan dokumen hasil swab. Dan saat ini sedang ditelusuri siapa oknum pelakunya.

“Sekarang sudah ada yang kami curigai, kami akan diskusikan lebih jelasnya. Saya sudah tanyakan dr. Ucy Nadjmiyah, Sp.PK (kepala lab RS Konawe) dan memang pemalsuan,” ujar dr. Agus Lahida MMR dalam keterangan persnya, Senin (25/1/2021).

Namun ia mengakui belum bisa memastikan apakah pemalsuan dokumen ini dilakukan di dalam rumah sakit atau di luar.

Dijelaskan dr. Agus Lahida, penerbitan hasil swab PCR menggunakan barcode. Hingga akhir Desember 2020 kode barcode penerbitan dokumen swab PCR diketahui oleh 18 orang analis. Namun per 25 Desember 2020 kebijakan pemegang barcode dibatasi hanya dua orang.

“Cuman siapa analis yang membantu ini sampai saat ini kami belum dapat, masih dicari,” ucap dr. Agus Lahida.

Diungkap dr. Agus Lahida tak cuman hasil swab, keterangan hasil rapid juga kerap dipalsukan beberapa oknum bahkan dilakukan oleh pegawai-pegawai di BLUD RS Konawe di luar BLUD RS Konawe.

“Kami sudah melaporkan secara resmi ke Polres Konawe untuk ditindak lanjuti,” ucap dr. Agus Lahida. (Red/Inal).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here