PT ANTAM Tbk Gelar Upacara Pembukaan Bulan K3 Tahun 2021

0
701
Ketgam : Wakil Bupati Kolaka, H. Muhammad Jayadin yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara pembukaan bulan K3 tahun 2021

LINTASSULTRA.COM | KOLAKA – PT. Antam Tbk UBPN Sultra, menggelar upacara pembukaan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2021 secara Online, via Zoom dan offline di halaman main office, Senin (18/1/2021).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni wakil Bupati Kolaka, H. Muhammad Jayadin yang bertindak sebagai inspektur upacara, General Manager PT. Antam Tbk UBPN Sultra, Nilus Rahmat, Vice President Human Capital CSR & Finance, Dito Yulianto, Vice President Feni Plant, Ulil Amri Nizhamul, Vice President Mining and Operation Support, Mahana Hendah Sunarno serta Vice President Finance, Hamdan.

Direktur Operasi dan Produksi PT. Antam Tbk, Hartono mengatakan tahun 2020 telah dilewati dengan segala permasalahan dan hambatannya yang telah dihadapi bersama, walaupun dalam kondisi pandemi COVID-19 yang berkepanjangan. “Untuk itu manajemen memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya,” jelas Hartono.

Hartono juga berterimakasih kepada seluruh Insan Antam mitra kerja dan stakeholder yang telah berupaya mempertahankan kinerja keselamatan pertambangan yang selalu mendukung operasional perusahaan dengan tetap menjalankan protokol pencegahan dan penanganan COVID-19.

Peringatan bulan K3 tahun 2021 kali ini, dengan mengusung tema “Penguatan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berbudaya K3 pada Semua Sektor Usaha” juga sebagai upaya PT. Antam, Tbk untuk merefleksi diri pada tahun 2020 kemarin sebagai tahun yang sangat strategis dan bersejarah mengingat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, PT Antam, Tbk telah mencapai usia 50 tahun.

Lanjut Hartono disisi lain, pada tahun 2020 telah terjadi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan dinyatakan sebagai pandemi sehingga membuat kelumpuhan pelayanan, gangguan keamanan serta ketertiban juga kerugian ekonomi yang lumpuhnya aktivitas transportasi, keterbatasan arus uang dan barang, perubahan tingkat permintaan barang dan jasa, berkurangnya perjalanan, tuntutan kebutuhan makanan, meningkatnya angka absensi pekerja, meningkatnya biaya pelayanan kesehatan dan penanggulangan pandemi COVID-19.

Olehnya itu, Hartono menekankan kepada seluruh insan Antam, dimasa pandemi Covid-19 ini, sebagai momentum untuk memahami tentang pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja.

Ketgam : Upacara pembukaan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2021 di halaman main Office PT Antam Kolaka.

“K3 merupakan kunci penting keberlangsungan perusahaan dan perlindungan pekerja kita, dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19, guna menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, sehat menuju kecelakaan nihil, guna peningkatan produktivitas di perusahaan kita cintai ini dapat segera terwujud secara nyata,” harapnya.

Didalam menyongsong periode operasi tahun 2021, manajemen PT. Antam, Tbk telah menyusun rencana dan strategi untuk mencapai kinerja K3 yang lebih
baik dari tahun sebelumnya agar dapat memfokuskan pada pengawasan keselamatan kerja melalui aplikasi mobile Supersafe, sehingga kondisi dan tindakan tidak aman yang terjadi di lapangan, dapat diketahui serta terupdate untuk ditindaklanjuti secepat mungkin.

“Agar tidak terjadi kecelakaan, peran dari seluruh pekerja baik pegawai, mitra kerja dan anak perusahaan sangat diharapkan dalam pengawasan keselamatan melalui Aplikasi Supersafe tersebut. Hasil evaluasi terhadap kecelakaan yang terjadi pada tahun 2020, menjadi acuan untuk memberikan Output apa yang harus dilakukan pada tahun ini,” terangnya.

Lebih jauh Hartono menjelaskan bahwa dalam rangka menjamin keselamatan tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja, pengoperasian peralatan produksi yang aman dan efisien serta kelancaran proses produksi diharapkan seluruh insan Antam dan mitra kerja dapat berperan dan berpartisipasi secara aktif, didalam peningkatan budaya K3 di tempat kerja, sehingga penerapan dan pengelolaan K3 dapat terlaksana secara mandiri, komprehensif dan berkesinambungan.

“Tahun ini kita melaksanakan perayaan Bulan K3 Nasional 2021 secara berbeda dari tahun sebelumnya, dimana perayaan Bulan K3 Nasional masih dalam kondisi Pandemi Covid 19, oleh karena itu beberapa kegiatan dilakukan secara virtual tanpa mengurangi esensi makna Bulan K3 Nasional dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” tandasnya.

Wakil Bupati Kolaka, H. Muhammad Jayadin saat membacakan sambutan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, Ida Fauziah mengatakan, pada peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2021 ini, semua masih dalam kondisi prihatin dengan adanya Pandemi Covid-19, yang telah terjadi sejak bulan Maret 2020 lalu dan hingga saat ini masih belum benar- benar terkendali.

“Semoga pada hari-hari mendatang, dengan adanya vaksin negara kita dapat segera pulih dari kondisi kesehatan, kondisi ketenagakerjaan maupun kondisi ekonomi,” ungkapnya.

Namun demikian, Ida Fauziah meminta kepada insan Antam, untuk tetap semangat dan terus menerus menggelorakan pentingnya menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), di tempat kerja masing-masing.

“Telah banyak kebijakan yang telah saya terbitkan dalam menghadapi pandemic covid-19, antara lain Keputusan Menteri No. 312 Tahun 2020, tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Keberlangsungan Usaha dalam Menghadapi Pandemi Penyakit, serta regulasi lainnya untuk dapat dijadikan pedoman bagi semua perusahaan.

“Saat ini sudah ada vaksin covid19, semoga kita segera terbebas dari penyakit pandemi ini dan kembali memasuki kondisi yang normal seperti sediakala,” harapnya.

Pandemi covid-19 kata dia, telah memberikan hikmah bahwa perubahan tata kerja baru telah sama-sama dilaksanakan.

“Disisi lain, kita tengah memasuki era revolusi industri 4.0, dimana ada beberapa jenis pekerjaan lama yang hilang dan beberapa jenis pekerjaan baru yang muncul. Dengan munculnya jenis pekerjaan baru, kemungkinan potensi-potensi bahaya baru bisa saja terjadi, strategi pengendalian agar tidak terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja perlu dilakukan dan diantisipasi agar adaptasi pada kebiasaan baru menjadi bermakna untuk K3,” tandasnya. (Red/Kir).

>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here