Tak Kantongi Izin, Adventure Trail Jelajah Wisata Alam dan Enduro Game Tetap Berjalan

0
1036

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Upaya pihak Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Konawe dalam menghentikan Ivent Adventure Trail Jelajah Wisata Alam dan Enduro Game Ahuawali di Kecamatan Puriala, Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak berbuah hasil. Pasalnya, kegiatan tersebut tetap diadakan oleh panitia ivent setelah membuat surat pernyataan siap bertanggungjawab.

Kapolres Konawe AKBP Yudi Kristanto S.IK mengatakan pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap panitia ivent untuk di hentikan pelaksanaan kegiatan. Namun panitia tetap bersikeras untuk melaksanakan kegiatan dengan alasan mengantongi surat rekomendasi izin dari Gugus Covid Konawe.

“Kemarin panitia sudah saya panggil ke Polres dan tidak ada tawar menawar untuk pelaksanakan kegiatan, kegiatan harus di hentikan, tapi panitia tetap ngotot degan alasan ada rekomendasi dari gugus covid,” katanya dalam release yang dibagikan di grub WhatsApp Mitra Polres, Sabtu 12 September 2020.

Berdasarkan dari keterangan panitia ivent, Kapolres Konawe melakukan koordinasi dengan ketua Gustu Covid Konawe Ferdinan Sapan untuk segera mencabut surat rekomendasi tersebut.

Pencabutan rekomendasi dari Gustu Covid Konawe di tandai dengan munculnya pencabutan surat rekomendasi dari Gustu Covid yang di tanda tangani oleh wakil ketua Gustu Covid drg. Mawar Taligana dengan nomor surat 008/1320/2020 perihal pembatalan rekomendasi izin.

Selanjutnya, berdasarkan surat pencabutan izin dari Gustu Covid konawe, Polres Konawe lalu perbanyak surat rekomendasi tersebut dan menyebarkan di beberapa pintu masuk di wilayah kabupaten Konawe.

“Dasar pencabutan tersebut, polres perbanyak dan menyebarkan ke pintu masuk Konawe di Kecamatan Onembute, Lambuya, Sampara dan Bondoala, upaya itu dilakukan hingga pukul 22.00 malam,”ucapnya.

Dalam upaya pelaksanaan itu, sempat terjadi provokasi oleh pihak panitia untuk menerobos barikade polsek lambuya dan perkuatan dari polres (sabhara dan lantas), karrna situasi semakin menanas dan rawan terjadi chaos dilapangan upaya itu dihentikan oleh Polres Konawe.

“Karena anggota saya akan tegas mematuhi perintah saya untuk amankan mereka yg melawan, namun disini saya menilai seolah-olah polri bergerak sendiri, ini bukan pekerjaan polri sendiri, tetapi semua unsur tertinggi haruss mendukung,”pungkasnya.

Ditambahkannya, berdasarkan hal tersebut, saya perintahkan panitia membuat pernyataan bertanggung jawab penuh apabila terjadi klaster baru terkait Covid.

“Hari ini saya telah melakukan koordinasi degan gugus covid untuk dilakukan rapid untuk peserta, tapi karena kendala teknis besok baru bisa dilaksanakan,”tutupnya.(Red/Inal).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here