PMI Konawe Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Bencana Banjir

0
153

LINTASSULRA.COM | Konawe – Palang Merah Indonesia (PMI) Konawe tak mau ketinggalan dalam urusan penanganan korban banjir di daerah ini. Dibawah komado Titin Nurbaya Saranani selaku ketua PMI Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara menggerakan personilnya turun lapangan mengunjungi sekaligus menyalurkan bantuan kepada korban banjir di desa Ambuulanu dan Sulemandara kecamatan Pondidaha, Kamis (16/7/2020).

Untuk sampai di lokasi tempat penyaluran bantuan, Titin yang juga Istri bupati Konawe terpaksa harus menggunakan perahu untuk sampai ke lokasi yang dituju. Karena kendaraan baik roda dua maupun empat tidak dapat menjangkau lokasi akibat luapan air.

Ketgam : Titin Nurbaya Saranani saat berkunjung kesalah satu posko pengungsian korban banjir di Desa Ambuulanu

Dalam kunjungan kerja kemanusiaan itu, Ketua PMI didampingi sejumlah staf
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe.

Bantuan yang akan di serahkan berupa Sembilan bahan pokok (Sembako) beserta perlengkapan alat rumah tangga seperti tikar, hayjan kit, kelambu, selimut, dan alat penampung air bersih seperti jergen dan baskom. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada kepala desa masing-masing.

Informasi berhasil dihimpun awak media menunjukan bahwa, Desa Ambuulanu dan Sulemandara sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Sejak dilanda banjir sepekan ini, desa Ambuulanu belum mendapatkan bantuan. Hal tersebut dibenarkan oleh ketua PMI Komawe. “Desa Ambuulanu belum pernah dapat bantuan. Baru kali ini dan dari PMI bersama Pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini BPBD,”kata Titin yang juga anggota DPRD Provinsi.

Ketgam : di dampingi Kadis BPBD Konawe, Ketua PMI Konawe Titin Nurbaya Saranani menyerahkan secara simbolis bantuan Sembako kepada Korban banjir di Desa Ambuulanu melalui Kepala Desa Ambuulanu

Titin merinci jumlah bantuan yang disalurkan PMI masing-masing, tikar sebanyak 13 lembar, hayjan kit 43 paket, kelambu 50 buah, selimut 14 lembar, baskom 30 buah dan jergen tujuh buah. Bantuan tersebut merupakan bantuan dari PMI provinsi yang diserahkan ke kabupaten untuk diserahkan kepada korban yang terkena bencana.

Terkait penanganan bencana yang dilakukan pemerintah dalam hal ini BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial saat ini ketiga lembaga itu siap siaga. Mereka sudah turun disemua kecamatan yang terdampak banjir.

Sememtara itu, bantuan Sembako yang diserahkan kepada warga yang terkena dampak banjir di desa Ambuulanu adalah sebanyak 140 paket dan 113 paket di Desa Sulemandara. Total bantuan sembako yang telah disalurkan untuk kedua desa tersebut berjumlah 253 paket.

Ketgam : Titin Nurbaya Saranani bersama Kepala Desa Sulemandara menuju penyebrangan untuk menyalurkan bantuan di Desa Sulemandara

“Pada saat ini itensitas hujan masih tinggi dan kami masih belum bisa memastikan kapan hujan berakhir. Banjir di dua desa tersebut diakibatkan curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan sungai Konaweeha meluap. Luapan air tersebut berdampak pula di dua kecamatan yang terkena banjir yaitu Kecamatan Lambuya dan Pondidaha,”ungkap Herianto Pagala, Kadis BPBD.

Sebahagian warga di dua desa tersebut harus mengungsi dan ada juga yang tetap bertahan di rumah mereka masing-masing. Untuk desa Ambuulanu posko pengungsian ada dua titik yaitu di SMP 2 Pondidaha untuk sementara sebanyak 19 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi, sedangkan untuk lokasi penggungsian yang kedua berada di penggilingan padi Ambuulanu sebanyak delapan KK yang mengungsi dan masih akan bertambah. Sedangkan Desa Sulemandara dari 113 KK, 30 KK mengungsi kepada sanak saudara mereka dan sisanya memilih untuk tinggal di rumah mereka masing-masing.

“Sebanyak 27 KK yang berada di dua Posko pengungsian, dan sisanya masih bertahan dirumah mereka untuk mengamankan barang-barang mereka. Intinya untuk Desa Ambulanu bisa saya katakan sudah hampir 100 persen terendam banjir, yang tidak terendam hanya disekitar posko ini saja (penggilingan Padi),” kata Ketut Riawan selaku Kepala Desa Ambuulanu.

Ketgam : Penyerahan bantuan secara simbolis kepada Kepala Desa Sulemandara untuk korban terdampak banjir di Desa Sulemandara

Bajir yang melanda dua desa tersebut menyebabkan lahan pertanian yang merupakan mata pencaharian mayoritas warga desa itu terendam. Akibatnya 425 hektar yaitu 200 hetar di Dasa Ambuulanu dan 225 Hektar di Desa Sulemandara terancam gagal panen.(Red/Inal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here