Bupati Konawe Evaluasi Kinerja Kapus Dalam Penanganan Pandemi Covid-19

0
547

LINTASSULTRA.COM | Konawe- Sebagai tindak lanjut kerja-kerja cepat dan terukur dalan pemutusan matarantai penyebaran serta penanganan Covid-19 atau virus corona, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa kembali memanggil seluruh Kepala Puskesmas (Kapus) dan stafnya se-Kabupaten Konawe.

Tujuan utamanya adalah evaluasi kinerja untuk mengetahui apa yang sudah dikerjakan oleh para Kapus, yang sementara dikerjakan dan yang direncanakan kedepan dalam penanganan pandemi Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Pertemuan dipusatkan di posko gugus tugas Covid-19 Kabupaten, depan Kantor Dinas Kesehatan pada Rabu pagi (20/5/2020).

Ketgam : Kepala Puskesamas se Kabupaten Konawe saat diposko penanganan covid -19 Konawe

Dalam ruang tertutup tenda yang terbatas dan hanya memungkinkan orang berdiri itu, satu persatu Kapus dipersilahkan untuk memaparkan capaian kinerjanya dalam penanganan Covid-19, termasuk kendala atau tingkat kesulitan yang dialami di lapangan selama munculnya pandemi virus corona itu. Semua keberhasilan dan permasalahan yang dijumpai dilaporkan kepada bupati.

Dari segi penanganan dan pelayanan, seluruh Puskesmas bersama organisasi terkait lainnya di kecamatan seperti anggota Posek dan Koramil berkerja serius dan kompok dalam penanganan virus corona.

“Kalau soal tindakan pengamanan pelayanan tidak ada yang terlewatkan. Kami bekerja sesuai standar penanganan Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah. Setiap saat kami berkoordinasi dengan pos gugus tugas kabupaten meminta petunjuk dan arahan kalau terjadi sesuatu kendala di lapangan,” ujar sejumlah Kapus dalam laporan mereka di hadapan bupati.

Mengenai kendala di lapangan, rata-rata Kapus mengeluhkam keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD). Kecuali Puskesmas Routa, secara terbuka di hadapan bupati Kapusnya mengatakan, salah satu kendala dihadapi pihaknya dalam melaksanakan tugas penanganan dan pelayanan terkait dengan pandemi Covid-19 adalah kendaraan operasional untuk mobilisasi petugas turun lapangan khususnya di pelosok desa.

Ketgam : Sejumlah Kapus sebelum memaparkan penanganan covid -19 diwilayah masing-masing

“Kami mengalami kendala keterbatasan sarana transportasi mobil pak bupati. Kami setengah mati melakukan pelayanan karena tidak ada mobil yang memenuhi standar untuk melewati beberapa medan jalan di Routa yang rusak parah. Untuk memaksimalkan pelayanan selama ini untung bantuan mobilnya staf yang mau, rela dan ikhlas kami gunakan untuk menjalankan tugas kemanusiaan ini, “ujar Kapus Routa.

Terhadap permasalahan itu Kery Saiful Konggoasa berjanji akan segera mengupayakan agar keterbatasan mobilisasi petugas kesehatan itu tidak menjadi alasan atau kendala dalam membasmi Covid-19 di bumi Konawe ini.

Bupati memberikan apresiasi kepada Kapus Routa yang telah berbuat sesuai tuntutan dan harapan masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Artinya meskipun ada kendala tetapi tidak kehilangan akal untuk tetap bekerja dan bekerja secara kretif dan inofatif dalam mengantisipasi kendala dan permasalahan ditemui di lapangan.

Disaat situasi pandemi ini yang bertepatan dengan bulan suci ramadhan kata Kery, pemerintah melalui gugus tugas yang terbentuk hingga ke desa dihadapkan dengan masa-mas sulit. Namun demikian karna menyangkut keselamatan jiwa masyarakat maka sesulit apapun pemerintah harus turun tangan.

Ketgam : Nampak sekda konawe dan Kadis Kesehayan didepan para Kapus se kabupaten konawe

Berdasarkan itulah sehingga bupati melalui kesempatan tersebut kembali memerintahkan seluruh Kapus untuk bergerak cepat melaporkan setiap perkembangan virus corona dan permasalahan dihadapi di lapangan.

Dikatakan, untuk mengatasi berbagai kekurangan di lapangan, Kery memerintahkan Kadis Kesehatan untuk berkoordinasi dengan sekda memikirkan kendala dihadapi para Kapus tersebut.

Kalau keluhan itu sifatnya bisa ditangani sendiri oleh kabupaten maka tidak perlu menunggu atau meminta bantuan dari provinsi atau pemerintah pusat.

“Kita ini kan kabupaten bukan desa. Kabupaten itu punya anggaran pembangunan untuk kepentingan orang banyak. Jadi kalau tidak ada bantuan, ya kita beli sendiri dengan uang APBD kabupaten, ” ujar Kery.

Dalam pertemuan itu, bupati di dampingi Sekda Ferdinand Sapan dan Kadis Kesehatan. (Red/Ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here