Pemerintah Desa Ingkar Janji, Penerima BLT DD Kecewa

0
400

LINTASSULTRA.COM | Butur – Janji Pemerintah Desa Mata Kecamatan Kambowa, Buton Utara (Butur) untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) selama dua bulan yakni April dan Mei saat musyawarah desa (Musdes) beberapa hari lalu tidak dapat diwujudkan.

Buktinya, saat pembagian pada Sabtu (16/5/ 2020) yang dipusatkan di balai pertemuan, jumlah BLT DD yang sampai di tangan masyarakat hanya 600.000 rupiah atau jatah untuk bulan April.

Sejumlah warga kecewa karena mereka sudah berharap akan menerima dua bulan sesuai yang dijanjikan kepala desa. Beberapa warga hanya tertunduk lesuh ketika mereka mengetahui bahwa yang akan dibayarkan hanya satu bulan.

Untuk kali ini warga masih bisa memakluminya karena padatnya kesibukan pemerintah dalam menghadapi bencana pandemi Covid-19 atau virus corona yang terjadi di seluruh belahan dunia.

Pelaksana tugas (Plt) Camat Kambowa Derwun,SE dalam sambutannya mengatakan, bahwa BLT DD yang akan diterima sebanyak 600.000 per bulan selama tiga bulan adalah telah melalui tahapan atau proses kajian panjang dari pemerintah pusat.

Tujuan utamanya adalah untuk meringankan beban hidup masyarakat dalam menghadapi situasi wabah pandemi Covid-19 saat ini. Derwun berharap agar dana tersebut senantiasa dapat dipergunakan sebaik-baiknya sehingga bisa meringankan beban ekonomi selama menghadapi pandemi Covid-19.

Sementara itu Kepala Desa Mata Jartini dihadapan warga penerima BLT DD menyatakan, bahwa anggaran bulan kedua akan cair setelah ada laporan penyaluran tahap pertama atau bulan Apil.

“Dalam waktu dekat ini sudah akan disalurkan. Kalau sudah masuk laporan penyaluran tahap satu maka anggaran berikutnya segera dicairkan untuk dibagi kepada masyarakat,” janji Jartini.

Berdasarkan hal tersebut maka dia minta kepada warga penerima BLT DD untuk tetap bersabar dan tidak berprasangka buruk terhadap pemerintah desa.

Berdasarkan data yang diterima jurnalis Lintas Sultra, masyarakat penerima BLT DD desa Mata adalah sebanyak 76 orang sudah termasuk dengan tambahan penderita penyakit kronis dan lansia.(Red/Lis).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here