Tak Miliki Gedung Perawatan Covid -19, Dua Warga Koltim Positif Corona Jalani Isolasi Mandiri

0
321
foto Istimewa

LINTASSULTRA.COM | Konawe – Dua orang warga kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang dinyatakan positif covid -19 terpaksa menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Hal ini disebabkan belum adanya gedung khusus yang disiapkan Pemda setempat.

Juru bicara gugus tugas penanggulangan covid-19 Koltim dr Munir menjelaskan, kedua pasien positif corona tersebut merupakan santri salah satu pondok pesantren di Magetan, Provinsi Jawa Timur (Jatim). Wilayah tersebut merupakan daerah pandemi zona merah wabah virus corona atau covid-19.

Berdasarkan data gugus tugas covid-19, sebanyak 10 orang warga Koltim diketahui menimbah ilmu di daerah itu. Sepulang dari magetan, tim gugus langsung melakukan pemeriksaan menggunakan rapid test, dan hasilnya dua dari 10 orang tersebut dinyakan reaktif atau positif.

“Kita sudah lakukan pemeriksaan rapid test sebanyak dua kali, hasilnya dua orang positif dan 8 lainnya dinyatakan negatif. Mereka baru hari ini (Minggu, 3/5/2020) kita periksa swabnya di RSD Konawe untuk mengetahui hasil pastinya,” kata Munir kepada wartawan via selulernya.

Meski positif berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test, kedua santri tersebut tidak dilakukan perawatan di RSD Covid Konawe, melainkan dikembalikan ke rumah masing-masing untuk menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan tim medis yang telah ditugaskan.

Terkait dengan resiko menularkan virus, Munir mengaku tidak khawatir sebab, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan hingga keluarga dan kerabat pasien.

Kata dia, saat ini Pemda Koltim belum menyiapkan gedung khusus untuk merawat pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG). sehingga beberapa pasien ODP maupun OTG hanya diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Untuk pasien positif maupun PDP itu kita langsung bawa ke RSD Covid Konawe, karena kita belum memiliki gedung untuk merawat mereka,” Ujarnya.

Di Rumah Sakit Umum Darah (RSUD) Koltim sendiri, kata Munir sudah disediakan ruangan isolasi, namun jumlah kamar dan ranjang yang sangat terbatas belum mampu menampung pasien yang memiliki riwayat serta gejalan covid-19.

Selain itu ketersediaan alat-alat medis dan Alat Pelindung Diri (APD) yang masih minim menjadi pertimbangan lainnya.
Berdasarkan data terbaru tim gugus tugas covid Koltim, pasien dengankategori ODP berjumlah 14 orang, OTG 23 orang, dan konfirmasi positif satu orang, sementara pasien kategori PDP tidak ada kasus.(Red/Inal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here