Diduga “Main-main” Dimesin Pemotong Padi , Kadis Pertanian Diperiksa Polisi

0
2120

LINTASSULTRA.COM | KONAWE – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Mapolres Konawe memeriksa Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) Syahruddin pada , Rabu (29/4). Syahruddin diperiksa penyidik tipidkor terkait dugaan pengadaan alat bantuan pemotong padi dari Kementerian pertanian akhir tahun 2019.

Kasat Reskrim Polres Konawe IPTU Husni Abdah mengungkapkan baru-baru ini pihaknya menerima laporan dari seorang LSM yang di kuasakan oleh salah satu kelompok tani di Konawe. Berdasarkan keterangannya mereka menerima bantuan satu unit alat pemotong padi merk Inari Combine Harvester Besar dari Kementerian.

Kemudian dalam pengaduan tersebut, kata Husni, mereka (kelompok tani red) diminta oleh pihak Dinas Pertanian untuk diserahkan dulu ke Dinas untuk di verifikasi. Karena sudah tiga bulan lebih alat tersebut berada di Dinas terkait makanya pihak kelompok tani mengadukan hal tersebut di Polres Konawe.

“Kalau soal pemalsuan dokumen kita masih selidiki, karena masih simpang siur beritanya. Yang jelas kami masih terus perdalam kasus ini. Karna laporannya memang masih baru. Kita sudah periksa dari kelompok tani, kemudian pihak pelapor, dan juga dari dinas terkait yakni Kepala Dinas,” ucap Husni dihadapan awak media di ruang kerjanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Konawe, Syahruddin saat ditemui usai diperiksa oleh penyidik, menyampaikan bahwa Ini dalam rangka memberikan keterangan tentang alat pemotong padi yang lalu ditujukan ke kelompok tani yang ada di Konawe.

“Jadi masalahnya ini masalah tata proseduralnya. Seharusnya barang ini datang dulu di Dinas Pertanian, kemudian dilengkapi administrasinya, artinya prosedur administrasinya kita selesaikan dan kita kirim kembali ke pusat,” jelasnya.

Namun kenyataannya alat tersebut tiba di Konawe, prosedur administrasinya sudah diselesaikan ditengah jalan alias di palsukan dokumennya. “Nanti setelah kementerian menyampaikan ke kami baru kami tau ternyata ada barang dari kementerian. Makanya kami tarik dulu di Dinas Pertanian,” tambahnya.(Red/Inal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here