Dinas Kominfo Pantau Aktifitas Warga ,Sambil Sosialisasikan Keputusan Bupati Konawe Soal Covid – 19

0
721

Lintassultra.com | Unaaha – Masyarakat Kabupaten Konawe ikut perhatian akibat merebaknya wabah corona Covid-19. Peringatan pemerintah agar warga masyarakat khususnya kalangan pelajar utuk tidak berkeliaran di luar rumah serta berkumpul dalam jumlah lebih dari sepuluh orang benar-benar diindahkan.

Pantauan Dinas Kominfo, yang dipimpin langsung Kadis Nasrudin, SH. MH minggu (22/3/2020) dari Kecamatan Pondidaha sampai Lambuya menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat yang sudah berkeluarga memilih tinggal dalam rumah bersama sanak saudaranya.

Beberapa tempat ditemukan ada kerumunan tapi jumlahnya tidak lebih dari 10 orang, itupun karna ada yang melaksakan kegiatan gotong royong membangun rumah serta melakukan penanaman padi di sawah mereka.

Perkumpulan semacam itu tentunya sangat dipahami oleh pemerintah karena menyangkut urusan mata pecaharian. Yang dilarang pemerintah berdasarkan keputusan bupati adalah perkumpulan dalam suatu tempat atau ruangan yang tertutup.

Begitu pula dengan warga yang menyenggarakan pesta. Meskipun ada undangan yang hadir tetapi mereka sudah saling pengertian dengan cara menjaga jarak.

Berkaitan dengan masih adanya masyarakat yang menyelenggarakan pesta pernikahan sementara bupati Konawe telah mengeluarkan himbauan untuk tidak melakukan kegiatan pesta dan hiburan lainnya, menurut pengakuan yang bergiat karna rencana dan jadwal pesta yang telah disepakati keluarga kedua bela pihak lebih duluan daripada keluarnya keputusan bupati.

Ketgam : Kadis Kominfo Kabupaten Konawe, Nasrudin saat melakukan pemantauan  dimalam hari

Sementara itu beberapa tempat ibadah seperti gereja mulai dari Pondidaha sampai Lambuya kelihatan sepi. Ini menunjukan bahwa tingkat kewaspadaan masyarakat Konawe terhadap merebaknya wabah virus corona ini benar-benar tinggi.

Masih berdasarkan pantauan Dinas Kominfo, yang banyak ditemui kerumunan dalam jumlah lebih dari sepuluh orang adalah pasar seperti pasar wawotobi dan asinua yang merupakan tempat pertemuan atau transaksi jual beli masyarakat Kecamatan Wawotobi, Unaaha, Wonggeduku, Konawe dan Anggaberi.

Di tempat tersebut menurut sebahagian masyarakat pemerintah tidak boleh kaku dalam menerapkan aturan atau keputusan bupati karena pasar merupakan pusat perputaran ekonomi masyarakat yang merupakan sumber penopang kehidupan mereka sehari-hari. Mulai dari petani, pedagang, pegawai swasta dan negeri melakukan transaksi di pasar.

“Masyarakat suda paham terhadap ancaman dan bahaya virus corona, sehingga kalau berpergian ke tempat keramaian seperti pasar tetap memperhatikan anjuran atau himbauan dari pemerintah tentang upaya pencegahan sehingga tidak gampang kena serangan virus corona, “ujar Iwan warga wawotobi.

Menurut Nasrudin, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Konawe selaku garda terdepan dalam melakukan pemantauan dan penyebarluasan informasi tentang wabah virus corona kepada publik terus melakukan sosialisasi terhadap keputusan bupati.

“Sambil sosialisasi pakai mobil penerangan BKKBN mengenai keputusan bupati tentang larangan berkumpul dan pesta serta hiburan lain bagi masyarakat konawe, kami melakukan juga pemantauan terhadap aktifitas warga, “ujar Nasrudin.(Red/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here