Rapat Paripurna HUT Konawe, Wabup Sebut Ada Tiga Konsep Dasar Konawe Gemilang

0
551

Lintassultra.com | Unaaha – Dihadapan 26 anggota DPRD Konawe yang hadir dalam peringatan HUT Kabupaten Konawe Ke 60, Wakil Bupati (Wabup) Konawe Gusli Topan Sabara (GTS) , ST., MM menyampaikan pidato di Gedung Utama DPRD Kabupaten Konawe. Dalam pidatonya dihadapan anggota DPRD, GTS menjabarkan konsep pembangunan kabupaten Konawe yang menjadi embrio lahirnya visi-misi Kabupaten Konawe 2018-2023.

Untuk diketahui dalam rapat Paripurna Istimewa memperingati hari ulang tahun Kabupaten Konawe di gedung Abd Samad DPRD Kabupaten Konawe dihadiri 26 dari 30 orang anggota, Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, Kapolres Konawe, Kajari Konawe dan Ketua Pengadilan Unaaha. Juga hadir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepala Desa dan unsur masyarakat.

Ketgam : Anggota DPRD Konawe saat mengikuti rapat Paripurna HUT Konawe ke 60

Gerbang Membangun Masyarakat Mandiri yang berkelanjutan dan berdaya saing Gemilang dengan tiga konsep dasar yakni Apakah masyarakat sudah Makan?, apakah Masyarakat sudah Sehat? dan apakah Masyarakat sudah berpendikan?.

“Menyertai Sambutan ini izinkan saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada hadirin yang sempat meluangkan waktunya untuk menghadiri memetum yang sangat bersejarah ini” terang Mantan Ketua DPRD Konawe ini. Pada selasa (3/3/2020)

Gusli Topan Sabara mengatakan, Momentum ini merupakan bukti betapa nilai-nilai sejarah masa lalu mampu memberikan motivasi dan semangat untuk terus berkarya dan menunjukkan integritas serta komitmen akan terwujudnya masyarakat Kabupaten Konawe yang maju dan Sejatera.

Ketgam : Kepala OPD saat mengikuti rapat paripurna Hut Konawe ke 60

Lanjut Gusli, Sebagai generasi penerus tonggak estafet, boleh berbangga dan terus berupaya mempertahankan nilai-nilai ekolokal buadaya yang selama ini menjadi falsafat dan norma dasar hidup masyarakat Kabupaten Konawe. Tdak pernah surut langka kita untuk terus berusaha dan berupaya agar budaya, adat-istiadat dan yang telah mengangkat dalam berbagai bagian masyarakat tetap lestari sampai kapan pun dan masa apapun. kita harus menyakini bahwa masyarakat adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam konteks dan dimensi pembangunan apapun dan di manapun ” Inae KonaSara Ie’I Penasara, Inae Lia Sara Ie’Penaksara” adalah norma dasar yang menjadi landasan membangun.

Setiap langka yang ditempuh tdak selama memberikan hasil yang signifikan, namun setiap langka yang dipijak akan mencipkan tatanan baru yang akan membentuk masa kebangkitan yang dicintai ini. Tantangan datang selalu dinamis untuk itu menutut untuk senantiasa berupaya meperbaiki sumberdaya yang dimiliki, di sisi lain dalam mengadapi era globasisi yang semakin koplik ini adalah persatuan dan kesatuan tekad bersama.

Berdirinya Kabupaten Konawe pada konteks kekinian memiliki makna yang begitu dalam yaitu tergambar dalam visi-misi pembangunan Kabupaten Konawe 2018-2023 yaitu Konawe yang Makmur dan Mandiri tahun 2023. Embrio lahirnya konsep dan formulasi operasional yang disebut dengan Grand Stategi Gerbang Membangun Masyarakat Mandiri yang berkelanjutan dan berdaya saing Gemilang.

“Esensi dari pada Visi-misi yang gambarkan di dalam ini tercipta tahun 2012 yang lalu, pada saat itu bapak Kery saiful Konggoasa masih menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Konawe, kami pada saat itu sebagai ketua Komisi. di Rujab DPRD pada saat itu kami sempat tanya pada beliau apa visi-misi untuk 2013, beliau menyatakan tiga lah, pertama apakah masyarakat sudah makan, kedua apakah masyarakat sudah berpendidikan dan ketiga apakah masyarakat sudah sehat” Kata Gusli.

Ketgam : Forkopimda saat menghadiri rapat paripurna HUT Konawe ke 60

Kata dia, Dalam program pembangunan kabupaten Konawe adalah program Ekonomi, Kesehatan dan program Pendidikan, Ekonomi yanhg dimasksud pihaknya merefleks apa yang dikatakan Bupati Konawe yang kedua, apakah masyarakat sudah makan?..sehingga melahirkan tiga program pertama program sejuta sapi, program sejuta beras dan program seribu kolam. “tiga program inilah yang akan menghatarkan masyarakat kita kaluar dari kemiskinan, apakah sudah makan, apakah sudah berpendidikan dan apakah sudah sehat, tiga ini yang akan membuat kebangkitan ekonomi kita” Ungkap Gusli.

Ketua DPRD Kabupaten Konawe Dr. Ardin menambahkan, DPRD Kabupaten Konawe akan senatiasa berkomitmen mendukung semua kegiatan pemerintah selama itu bertumpuh pada menuju kemakmuran, dan DPRD Kabupaten Konawe dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya akan senantiasa bertugas sesuai dengan fungsi-fungsinya ” untuk itu kami mengapresiasi dua tahun kepemimpinan KSK-GTS yang mana pertumbuhan ekonomi dari 5,6 persen pada tahun 2018, pertumbuhan ekonomi kita menjadi 7,4 persen pada periode pertama dan diperiode kedua naik menjadi 9,20 persen dan tugas kita adalah menjadikan pertumbuhan ekonomi menjadi 12,4 persen” ungkapnya.

Artinya kata Ardin, beban masyarakat Kabupaten Konawe di bawah kepemimpinan KSK-GTS maju dan makmur. konsep ekomoni makro dan mikro kini terjawab artinya penciptaan lapangan kerja kini terbuka seperti terlihat terbuka industri Morosi mencipkan lapangan kerja untuk masyarakat kabupaten Konawe. Dan DPRD akan terus memberikan pengawasan dan masukan jika itu ada hal-hal yang dibutuhkan.

Konsep kemakmuran yang telah disampaikan oleh pemerintah perlu direspon dan digali untuk peradaban masyarakat Konawe. Peradaban yang mendiami masyarakat Konawe dengan tiga peradaban dalam hal ini Menda’u, Walaka dan A’epe, dan DPRD telah mengalokasikan pada tiga sektor ini untuk pembangunan daerah demi mewujudkan masyarakat Konawe yang sejahtera.(Red/LS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here