Soal Penikaman di Morosi,Keluarga Pelaku Sebut : Penyebabnya PT. VDNI ‘Amburadul’ Dalam Menangani Persoalan Masyarakat

0
710

Lintassultra.com | Unaaha – Kasus penikaman yang terjadi di jalan Hauling Desa Diolo,Kecamatan Morosi yang dilakukan Alimuddin (60) tahun terhadap Bahar (45) tahun humas PT. VDNI mendapat tanggapan.

Tanggapan itu datangnya dari, Iwe salah satu keluarga pelaku. Ia menyesalkan pihak Perusahaan PT. Virtu Dragon Nikel Industri (VDNI ) dalam menyikapi persoalan yang terjadi dalam kawasan industri,seharusnya pihak perusahaan mencarikan solusi sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan . Selain itu, baik korban maupun pelaku keduanya merupakan korban pihak perusahaan.

“Saya tegaskan disini baik pelaku maupun korban pada prinsipnya mereka sama-sama adalah korban dari amburadulnya PT VDNI secara kelembagaan dalam mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi” jelasnya minggu, ( 9/2/2020).

Lanjutnya, PT VDNI tentunya punya penasehat hukum dalam menelaah setiap permasalahan yang ada. Ketika muncul permasalahan pemalangan yang dilakukan oleh warga maka pihak perusahaan harusnya menempuh jalur hukum dengan melaporkan kepada pihak yang berwajib.Setelah itu pihak berwajib yang turun kelapangan memediasi penyelesaiannya.

“Ini malah justru mengirimkan Humasnya yang punya permasalahan sebelumnya dengan pelaku, tentunya hal itu bisa memicu terjadinya konflik. Konflik seperti ini tidak akan terjadi bila pihak perusahaan jeli dalam mencari solusi dan jangan mengabaikan Institusi Kepolisian sebagai aparat penegak hukum. ” terangnya.

Untuk itu, masih kata Iwe, pihak PT VDNI harus melihat kondisi sosial kemasyarakatan yang terjadi di kawasan megah industri morosi, jangan hanya mengutamakan keuntungan dengan cara mengeruk kekayaan sumber daya alam di Republik ini dan kemudian memporak-porandakan tatanan sosial kemasyarakatan yang sudah tertata dengan baik.

“Kasian keluarga-keluarga saya baik pelaku maupun korban yang dulunya mereka bersilaturahim dengan baik kemudian tercerai berai akibat dari bobroknya cara-cara PT VDNI dalam menyelesaikan permasalahan yang ada”.
Pungkas Iwe yang sekaligus merupakan salah seorang staf pribadi Bupati Konawe.

Diketahui sebelumnya, Bahar ( 45) tahun warga Desa Batu Gong, Kecamatan Lalonggasu meeto, Kabupaten Konawe bersimbah darah setelah mengalami penikaman. Pemicunya korban membuka paksa pemalangan jalan yang dilakukan Alimuddin (60) tahun warga Desa Morosi, Kecamatan Morosi pada, sabtu (08/2/2020) sekira pukul 15.00 wita.

Kronologis kejadiannya bermula saat korban yang juga Humas PT. VDNI membuka paksa jalan Hauling yang dipalang pelaku di Desa Diolo mengunakan kendaraan roda dua.

Korban yang mengetahui terjadi pemalangan jalan kemudian datang membuka paksa palang tersebut. Karena tidak terima palangnya dibuka paksa, Pelaku kemudian menganiaya korban dengan cara menikam beberapa kali pada bagian dada seblah kanan mengunakan sebilah badik. Akibat dari kejadian itu, korban mengalami luka robek pada dada seblah kanan.

Polisi yang tiba di tempat Kejadian Perkara sempat kesulitan menghadapi keluarga korban yang ingin menghakimi pelaku. Namun setelah dilakukan negosiasi, keluarga korban mengijinkan polisi untuk mengamankan pelaku beserta barang bukti agar diproses lebih lanjut.

“Pelakunya telah kami amankan di Mako Polres Konawe untuk diproses lebih lanjut”Terang Kasat Reskrim Polres Konawe Iptu Husni Abda , S.IK. (Red/LS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here