Kades Paku Jaya Bantah Lakukan Pemukulan PHL Dispenda Konut

0
1716
Ketgam : Kades Paku Jaya, Yunus (foto Istimewa)

Lintassultra.com | Unaaha РKepala Desa (Kades) Paku Jaya, Kecamatan Morosi,  Kabupaten Konawe Yunus ,membantah lakukan penganiayaan terhadap Dermawan  petugas pos PAD Dinas Pendapatan Daerah(Dispenda) Kabupaten Konawe Utara.

Dijelaskannya kejadian itu bermula pada saat sopir truk milik Yunus melakukan pemuatan batu ,namun mobil truk kades tersebut langsung ditahan petugas Dispenda Konut di pos PAD karena tidak mengantongi nota .

Sopir truk ini kemudian langsung menghubungi Yunus lewat telpon seluler bahwa mobilnya ditahan. Lalu Yunus meminta kepada sopir untuk memberikan ponselnya kepada petugas dispenda untuk menayakan kenapa mobilnya ditahan . Namun pada saat keduanya komunikasi lewat telpon, petugas dispenda mengatakan jika mobil truknya akan dilepas jika Yunus harus mau ke pos PAD.

Sorenya Yunus langsung ke pos PAD mempertanyakan kenapa hanya mobilnya terus yang ditahan petugas pos dispenda Konut selama dua hari berturut-turut. Petugas Pos PAD mengatakan jika kupon penimbangan hanya empat lembar.

“Pertama saya muat langsung ditahan itu saya punya mobil, baru diambil kuponku dan dirobek-robek kemudian sopirku langsung ke penimbangan untuk menimbang batu tapi kan tidak bisa muat kalau tidak ada nota,”kata yunus melalui via telpon saat memberikan klarifikasi pada lintassultra.com minggu ( 15/9/2019).

Saat di pos PAD di desa Tondowatu, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara dia bersama koordinator Pos PAD,Sultan dan pegawai Dishub sementara berbincang-bincang diluar pos terkait mobil miliknya selama dua hari ditahan dipos karena tak memegang nota dari Dispenda untuk pemuatan dan penimbangan batu.

Pada saat ketiganya lagi berbincang-bincang di luar pos , tidak lama kemudian datang mobil avansa silver dan langsung menanyakan siapa yang menahan mobil sehingga terjadi kemacetan serta apa haknya dinas pendapatan menahan mobil.

“Saya masih bicara sama pak sultan tiba-tiba datang mobil avansa silver langsung menanyakan siapa yang tahan mobil, saya bilang dinas pendapatan,kemudian mereka langsung masuk kedalam pos dan melakukan pemukulan terhadap Dermawan. Saya, pak sultan dan pegawai Dinas Perhubungan ( Dishub) langsung masuk kedalam pos melerai bahkan saya pegang dan suruh dermawan lari tinggalkan pos cepat ,”jelasnya.

Lanjutnya, saat melerai dia juga sempat menerima pukulan dikepala dari orang- orang yang didalam mobil avansa silver itu.( Red/LS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here